Selasa 09 Jan 2024 21:58 WIB

Antibiotik Baru Mampu Atasi Infeksi Bakteri yang Sulit Diobati Selama Lebih dari 50 Tahun

Penemuan Zosurabalpin dinilai sebagai kemajuan signifikan.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Reiny Dwinanda
Obat antibiotik (Ilustrasi). Zosurabalpin tampak manjur untuk mengatasi infeksi bakteri tersebut telah sulit diobati selama lebih dari 50 tahun.
Foto: www.freepik.com.
Obat antibiotik (Ilustrasi). Zosurabalpin tampak manjur untuk mengatasi infeksi bakteri tersebut telah sulit diobati selama lebih dari 50 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para ilmuwan mengumumkan terobosan signifikan dalam bidang antibiotik dengan menciptakan obat baru yang disebut Zosurabalpin. Antibiotik ini terbukti mampu menghancurkan strain Acinetobacter baumannii (CRAB), sebuah jenis bakteri yang berbahaya dan kebal terhadap sebagian besar jenis obat.

Para ahli menyebut temuan tersebut merupakan langkah penting yang menawarkan harapan bagi pengobatan infeksi sulit lainnya. CRAB, yang dianggap sebagai "patogen kritis prioritas satu" oleh WHO, dapat menyebabkan infeksi yang serius pada pasien sakit kritis di rumah sakit, seperti infeksi darah dan dada yang invasif, di mana tingkat kematian mencapai 40-60 persen.

Baca Juga

Dalam uji coba awal, Zosurabalpin yang diciptakan oleh Roche telah menunjukkan kemampuannya dalam menghancurkan bakteri yang dilindungi oleh lapisan selaput tebal, yang selama ini menjadi tantangan besar dalam pengembangan obat. Para peneliti menyebutnya sebagai kemajuan signifikan karena bakteri tersebut telah sulit diobati selama lebih dari 50 tahun.

Direktur ilmiah dari Global Antibiotic Research and Development Partnership, Laura Piddock menyatakan bahwa struktur rumit dari bakteri ini membuatnya sulit untuk dimasuki oleh obat, tetapi Zosurabalpin berhasil mengatasi rintangan ini dengan menghancurkan kemampuan bakteri untuk mempertahankan membran pelindungnya.

 

"Ini benar-benar menarik, dan tidak hanya baik untuk bakteri jenis ini, tapi juga bermanfaat bagi bakteri lain,” kata Piddock, dikutip The Sun, Rabu (9/1/2024).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement