Selasa 26 Dec 2023 19:10 WIB

Akun Diblokir, Shaun King: Frustrasi, Instagram Larang Saya Perang demi Palestina

Sebelumnya, Shaun King aktif menggunakan Instagram untuk menyuarakan Palestina.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Qommarria Rostanti
Instagram (ilustrasi). Akun Instagram aktivitis Shaun King diblokir.
Foto: Webster2703 via Pixabay
Instagram (ilustrasi). Akun Instagram aktivitis Shaun King diblokir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Akun Instagram aktivis kontroversial Black Lives Matter Shaun King diblokir pada Senin (25/12/2023). Dilansir New York Post, Selasa (26/12/2023), King yang memiliki enam juta pengikut di situs milik Meta, memposting pesan video melalui akun Instagram temannya yang mengumumkan bahwa dia dinonaktifkan oleh platform media sosial tersebut. 

Pria berusia 44 tahun ini mengutuk apa yang disebutnya sebagai genosida dan kejahatan-kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel dalam kampanye militernya di Jalur Gaza. "Frustrasi karena Instagram telah melarang saya untuk berperang demi Palestina, dan membela hak asasi manusia dan martabat rakyat Palestina, namun saya menolak untuk mengkhianati nilai-nilai dan prinsip-prinsip saya dengan tetap diam mengenai genosida dan kejahatan perang di Gaza dan West Bank,” King menulis pada dini hari.

Aktivis Amerika tersebut berulang kali mengecam Israel karena menginvasi Jalur Gaza dan membagikan video Hamas bahwa para sandera diperlakukan dengan baik.“Akun tersebut dinonaktifkan karena beberapa kali pujian terhadap entitas yang ditunjuk yang melanggar kebijakan kami,” kata juru bicara Meta kepada The Post pada Senin (25/12/2023).

 

Platform media sosial lain yang dimiliki oleh Meta, Facebook tetap mengaktifkan akun King hingga Senin (25/12/2023). Langkah Meta terjadi ketika platform media sosial semakin mendapat pengawasan atas kebijakan moderasi mereka. 

Di akun X, King telah memposting ulang konten yang mengkritik Israel. Pada akhir Oktober, King dituduh membuat klaim bahwa dia berperan dalam pembebasan dua orang Amerika yang dibebaskan dari penawanan Hamas. King tampaknya mendapat pujian atas pembebasan Natalie Raanan (17 tahun), dan ibunya, Judith Tai Raanan, yang disandera dan disekap oleh Hamas selama hampir dua pekan. 

“Pertama dan terpenting, kami jelaskan bahwa dia berbohong! Keluarga kami tidak mempunyai hubungan apa pun dengannya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Bukan padanya dan bukan pada apa pun yang dia klaim mewakilinya,” tulis anggota keluarga Raanan dalam sebuah pernyataan. 

 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement