Kamis 30 Nov 2023 20:18 WIB

Gadis 15 Tahun Selamatkan Banyak Nyawa Lewat Donasi Organ

Lee Ye Won mendonorkan organ tubuhnya setelah meninggal karena kerusakan otak.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Friska Yolandha
Lee Ye Won. Orang tua Ye Won mendonorkan organ tubuh anaknyanya usai meninggal karena kerusakan otak.
Foto: Koreaboo
Lee Ye Won. Orang tua Ye Won mendonorkan organ tubuh anaknyanya usai meninggal karena kerusakan otak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Donasi Organ Korea (KODA), sebuah organisasi donasi organ yang dikelola pemerintah, berbagi kisah tentang seorang siswi sekolah menengah berusia 15 tahun. Dia menyelamatkan lima nyawa dengan sumbangan postmortem organ vitalnya.

Remaja itu adalah Lee Ye Won yang meninggal pada 11 Mei 2022 setelah mengalami kerusakan parah pada otak akibat pendarahan otak. Dia pingsan pada 25 April di tahun yang sama, setelah tiba-tiba mengeluh sakit kepala sebelum makan malam di rumah. 

Baca Juga

Dia menjalani operasi darurat tetapi gagal untuk sadar kembali. Para dokter mengumumkan otaknya mati. Menurut laporan KODA, sepekan setelah dia menjalani operasi, staf medis memberi tahu orang tuanya bahwa kondisi beberapa bagian tubuhnya memburuk.

Selain itu, jantungnya akan segera berhenti berdetak. Orang tua Lee kemudian mengambil keputusan untuk mendonorkan organ tubuhnya, dengan mengatakan bahwa putri mereka adalah orang yang baik dan suka membantu, dan ingin berkontribusi pada sesuatu yang berarti di dunia.

Jantung, paru-paru, liver, dan kedua ginjal Lee didonorkan, memberikan kehidupan baru bagi lima orang yang berbeda. "Saya berharap orang-orang yang mendapat kehidupan baru dari Ye-won akan menjalani hidup mereka sepenuhnya," ungkap Lee Jung Jae, ayah Lee Ye Won.

Dikutip dari laman Koreaboo, Kamis (30/11/2023), Lee Ye Won lahir di Pyeongtaek, Gyeonggi-do, Korea Selatan. Dia adalah anak tertua dari dua bersaudara. Orang-orang terdekat mengingatnya sebagai anak yang sopan, ceria, dan cerdas. Dia juga seorang siswa yang teliti.

Lee Ye Won menjadi wakil ketua kelas di tahun ketiga sekolah menengah. Selain menjadi yang terbaik di kelas, dia juga pandai olahraga. Impian Lee Ye Won adalah belajar astronomi dan kemudian menjadi profesor. Setelah dia meninggal, sekolahnya memberinya diploma kehormatan dan hadiah kehormatan.

Bersamaan dengan berbagi cerita Lee, KODA juga memperlihatkan kartun yang digambar oleh adik perempuan mendiang. Adik Lee Ye Won mengungkapkan harapannya untuk bisa bertemu kembali dengan Lee Ye Won suatu hari nanti di surga.

Direktur KODA, Moon In Seon, berterima kasih kepada keluarga Lee karena dengan gagah berani mengambil keputusan menyelamatkan banyak nyawa lainnya meski kehilangan putrinya. Moon In Seon juga menghormati Lee Ye Won dalam pernyataannya, mengatakan bahwa kisahnya menyampaikan kehangatan hati untuk dunia.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement