Rabu 29 Nov 2023 14:26 WIB

BCL Dicibir Warganet karena Dikabarkan Bakal Menikah Lagi, Ini Komentar Psikolog

Pernikahan kedua setelah ditinggal pasangan sebenarnya merupakan kebutuhan.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Qommarria Rostanti
Penyanyi Bunga Citra Lestari. Kabar BCL bakal menikah lagi mendatangkan reaksi dari warganet.
Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Penyanyi Bunga Citra Lestari. Kabar BCL bakal menikah lagi mendatangkan reaksi dari warganet.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kabar bahwa aktris dan penyanyi Bunga Citra Lestari (BCL) akan menikah lagi menuai reaksi beragam dari penggemar dan warganet. Selain penggemar yang mendoakan kebahagiaan untuk BCL, terdapat juga suara-suara bernada miring yang justru mencibirnya.

Dengan beragam alasan, ada saja warganet yang nyinyir dengan kabar BCL akan menikah lagi. Salah satunya berharap BCL yang merupakan ibu anak satu itu tetap bersetia kepada sang suami, Ashraf Sinclair, yang meninggal dunia pada 18 Februari 2020.

Baca Juga

Menanggapi itu, psikolog anak, remaja, dan keluarga Sani Budiantini Hermawan mengatakan bahwa pernikahan kedua setelah ditinggal pasangan sebenarnya merupakan kebutuhan. Sebab, sudah menjadi fitrah bahwa manusia butuh pasangan untuk saling berbagi.

Kebutuhan memiliki pasangan juga terkait tujuan meneruskan kehidupan bersama serta mewujudkan keutuhan keluarga. Biasanya jika seseorang yang masih muda ditinggal pasangan yang wafat terlebih dahulu, dia masih punya banyak rancangan cita-cita dan ingin membangun kehidupan yang lebih baik.

 

"Makanya, ketika seseorang ditinggal pasangan di usia relatif muda, maka kecenderungan untuk menikah cenderung lebih besar dibanding individu yang ditinggal ketika usia manula atau senior," kata Sani saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (29/11/2023). 

Sosok perempuan berhijab itu menyebutkan bahwa secara psikologis, tidak ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki terkait kecenderungan menikah lagi setelah bercerai ataupun karena pasangan meninggal dunia. Kurang tepat jika disebut bahwa perempuan lebih bisa 'bertahan sendirian' dan tak hendak lekas menikah dibanding laki-laki.

Perbedaan yang disoroti Sani lebih kepada usia ketika individu ditinggal oleh pasangan yang meninggal dunia, atau mungkin berpisah. Direktur Lembaga Psikologi Daya Insani itu mengatakan, orang dengan usia muda jauh lebih mungkin untuk menikah lagi, dibanding usia tua.

Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan juga orang dengan rentang usia yang lebih matang menikah lagi jika menemukan pasangan yang cocok di usia senja. Terkait warganet yang banyak menyindir BCL, menurut Sani itu disebabkan oleh ketidakpahaman mereka.

"Jadi, kalau ada orang lain mencibir mengenai mengapa menikah lagi setelah ditinggal pasangan, mungkin mereka tidak paham mengenai kebutuhan biologis, kebutuhan sosial, kebutuhan ekonomis, dan lain sebagainya," ujar Sani.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement