Senin 13 Nov 2023 21:03 WIB

The Marvels Alami Pembukaan Akhir Pekan Terburuk, Efek Disney Diboikot karena Pro Israel?

Film The Marvels mengalami pembukaan akhir pekan terburuk sepanjang sejarah MCU.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Qommarria Rostanti
Poster film The Marvels. Film The Marvels mengalami pembukaan akhir pekan terburuk sepanjang sejarah MCU.
Foto: Dok. Marvel/Disney
Poster film The Marvels. Film The Marvels mengalami pembukaan akhir pekan terburuk sepanjang sejarah MCU.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Film The Marvels menghadapi kenyataan pahit dengan menerima pendapatan akhir pekan pembukaan terburuk sepanjang sejarah Marvel Cinematic Universe (MCU). Film terbaru MCU ini hanya menghasilkan 47 juta dolar AS (Rp 738,6 miliar) di dalam Amerika Serikat (AS) selama akhir pekan debutnya.

Prediksi awal menunjukkan bahwa film tersebut akan meraup antara 75 hingga 80 juta dolar AS di AS. Secara global, The Marvels hanya mengumpulkan 63,3 juta dolar AS (Rp 994,8 miliar) dalam penjualan tiket, menjadikan perolehan totalnya menjadi 110,3 juta dolar AS (Rp 1,7 triliun).

Baca Juga

“Meskipun mencatatkan debut domestik terendah untuk MCU, The Marvels sekali lagi membuktikan pentingnya pasar internasional untuk Marvel,” kata analis media senior Comscore, Paul Dergarabedian, dilansir CNBC, Senin (13/11/2023).

“Film ini sekarang akan mengandalkan pemutaran film di koridor liburan Thanksgiving untuk membantu mendekatkan film superhero beranggaran besar ke profitabilitas, dan membantu menentukan kesuksesan akhir film tersebut di box office,” kata dia lagi.

 

Meskipun para kritikus tidak begitu antusias terhadap The Marvels, yang memberikan film tersebut 62 persen di Rotten Tomatoes, penonton lebih menerima film ini dengan skor 85 persen. Namun, Disney masih harus berjuang keras untuk menarik penonton ke bioskop untuk film MCU ke-33 itu.

MCU telah masuk dalam naungan Disney, sementara Disney masuk dalam list boikot lantaran mengumumkan memberi bantuan pada Israel sebesar 2 juta dolar AS atau Rp 31,3 miliar. Hal ini tentunya membuat Disney dianggap mendukung genosida yang kini masih dilakukan Israel terhadap Gaza, Palestina.

Per Ahad (12/11/2023), total korban meninggal di Gaza mencapai 11.078 orang di antaranya 4.609 anak-anak dan 3.100 perempuan. WHO juga mengatakan bahwa rata-rata seorang anak di Gaza tewas setiap 10 menit. Ibu hamil terpaksa melahirkan dengan operasi caesar tanpa anestesi, dan bayi prematur terpaksa hidup tanpa alat bantuan.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement