Rabu 08 Nov 2023 17:29 WIB

Studi: Fungsi Otak Orang Dewasa Menurun Selama Pandemi, Termasuk yang tak Kena Covid-19

Hasil studi menemukan penurunan fungsi kognitif para partisipan selama pandemi.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Qommarria Rostanti
Otak (ilustrasi). Hasil studi menemukan adanya penurunan fungsi kognitif pada para partisipan selama pandemi Covid-19 berlangsung.
Foto: Dok. ww.freepik.com
Otak (ilustrasi). Hasil studi menemukan adanya penurunan fungsi kognitif pada para partisipan selama pandemi Covid-19 berlangsung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Orang dewasa berusia di atas 50 tahun tampak mengalami penurunan sejumlah fungsi otak selama pandemi Covid-19. Penurunan fungsi otak ini tak hanya mengenai individu yang pernah terkena Covid-19, tetapi juga individu tanpa riwayat Covid-19.

Temuan ini terungkap dalam sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet. Studi ini dilakukan di Britania Raya dengan melibatkan lebih dari 3.000 orang dewasa sebagai partisipan.

Baca Juga

Selama studi berlangsung, para partisipan diminta untuk mengisi kuesioner tahunan. Selain itu, mereka juga diminta untuk menjalani tes kognitif daring untuk mengukur kemampuan daya ingat dan beberapa fungsi otak lainnya.

Hasil studi menemukan adanya penurunan fungsi kognitif pada para partisipan selama pandemi Covid-19 berlangsung. Menurut tim peneliti, penurunan kognitif ini kemungkinan dipengaruhi oleh stres, kesepian, hingga konsumsi alkohol yang meningkat selama pandemi Covid-19. 

 

"Tingkat penurunan fungsi kognitif tampak lebih cepat selama tahun pertama pandemi, ketika lockdown diberlakukan," ujar tim peneliti menurut laporan BBC, seperti dilansir WebMD pada Rabu (8/11/2023).

Tim peneliti juga menemukan adanya penurunan daya ingat sejak tahun pertama pandemi Covid-19. Penurunan daya ingat ini semakin signifikan memasuki tahun kedua pandemi. Orang-orang yang sudah memiliki masalah daya ingat sebelum pandemi Covid-19 mengalami penurunan daya ingat terburuk di tahun kedua pandemi Covid-19.

"Menghadapi ketakutan, kekhawatiran, ketidakpastian, serta disrupsi pada rutinitas akibat Covid-19 bisa memberikan dampak yang nyata dan berkepanjangan pada kesehatan otak," ujar tim peneliti. 

Menurut Susan Mitchell dari Alzheimer's Research UK, isolasi sosial yang terjadi selama pandemi juga dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan otak. Oleh karena itu, Mitchell mengimbau agar masyarakat mau menerapkan kebiasaan yang menyehatkan bagi otak. 

"Tak ada istilah terlalu awal atau terlambat untuk mempertimbangkan penerapan kebiasaan sehat," kata Mitchell.

Menurut Mitchell, beragam kebiasaan yang menyehatkan jantung juga dapat menyehatkan otak. Kebiasaan-kebiasaan tersebut bisa membantu menjaga ketajaman otak.

"Sayangnya, tak ada cara pasti untuk mencegah demensia. Tetapi, memelihara (kesehatan otak) setidaknya bisa membantu menekan risiko (demensia) tersebut," ujar Mitchell.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement