Kamis 02 Nov 2023 06:24 WIB

Metode Pernapasan 4-7-8 untuk Bantu Tidur Lebih Nyenyak

Teknik pernapasan seperti metode 4-7-8 membantu tubuh rileks dengan berbagai cara.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Friska Yolandha
Anak tidur (ilustrasi). Metode pernapasan 4-7-8 yang disebut bisa membantu lekas tertidur dan terlelap dengan nyenyak.
Foto: www.freepik.com
Anak tidur (ilustrasi). Metode pernapasan 4-7-8 yang disebut bisa membantu lekas tertidur dan terlelap dengan nyenyak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sukar tidur nyenyak akhir-akhir ini? Ada banyak hal yang mungkin menjadi penyebab sulit tidur, namun ada juga beberapa cara untuk membantu mengatasinya. Salah satunya, metode pernapasan 4-7-8 yang disebut bisa membantu lekas tertidur dan terlelap dengan nyenyak.

Pelatih kesehatan dan nutrisi holistik Joan Abebe menjelaskan bahwa metode tidur 4-7-8 adalah teknik pernapasan sederhana namun efektif untuk meningkatkan kualitas tidur. Menurutnya, metode itu pas bagi orang yang ingin mengelola stres, meningkatkan kualitas tidur, dan meningkatkan relaksasi.

Baca Juga

"Metode ini membantu menenangkan sistem saraf dan menenangkan pikiran, membuat seseorang lebih mudah untuk tertidur,” kata Abebe, dikutip dari laman Marie Claire, Kamis (2/11/2023).

Yang terpenting, teknik pernapasan ini dapat membantu mengatasi stres, yang sangat memengaruhi tidur dan istirahat. Saat stres, tubuh melepaskan hormon bernama kortisol yang dapat berdampak buruk pada kebiasaan tidur. Stres memicu seseorang jadi kesulitan tidur, sering terjaga di antara tidur, tak bisa tidur nyenyak, mimpi buruk, dan kehabisan energi saat bangun.

 

Sebagai salah satu solusinya, seseorang bisa mencoba metode 4-7-8, yang melibatkan pola pernapasan tertentu. Abebe menjelaskan langkah-langkahnya. 

Pertama, tarik napas selama empat detik melalui hidung. Lalu, tahan napas selama tujuh detik. Setelah itu, buang napas melalui mulut selama delapan detik.

Teknik pernapasan seperti metode 4-7-8 membantu tubuh rileks dengan berbagai cara. Abebe menyampaikan, pernapasan yang dalam dan terkontrol memicu respons relaksasi tubuh, mengurangi produksi hormon stres. 

Pernapasan juga merangsang sistem saraf parasimpatis, yang sering disebut sebagai sistem 'istirahat dan pencernaan'. Hal ini melawan respons "lawan atau lari" yang dipicu oleh stres.

Selain itu, menarik napas dalam-dalam meningkatkan asupan oksigen, meningkatkan fungsi otak, dan mengurangi ketegangan otot. 

"Dengan memusatkan perhatian pada pernapasan dan menghitung, Anda dapat menenangkan sistem saraf dan beralih ke keadaan yang lebih rileks, yang kondusif untuk tertidur," ungkap Abebe.

Penting untuk diingat bahwa meskipun teknik pernapasan 4-7-8 adalah praktik yang bagus untuk dimasukkan ke dalam rutinitas tidur, ini bukanlah "solusi ajaib" untuk semua orang. Untuk hasil terbaik, Abebe menyarankan untuk konsisten melakukannya dan menggabungkan teknik ini dengan kebiasaan tidur sehat lainnya.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement