REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sahur menjadi rutinitas umat Islam selama Ramadhan, yang menuntut bangun pada sepertiga malam untuk makan dan minum sebelum puasa. Rasa kantuk yang muncul kerap membuat orang ingin kembali tidur setelah sahur, tapi apakah kebiasaan ini aman?
Dokter sekaligus Sekretaris Jenderal Himpunan Fasyankes Dokter Indonesia (HIFDI) dr Putro S Muhammad mengatakan secara medis, tidak ada larangan tidur setelah sahur. Hanya saja, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Pertama, berikan jeda waktu dari selesai makan sahur ke waktu tidur. Lalu, posisi tidur disarankan tidak boleh langsung telentang karena dapat meningkatkan risiko refluks asam lambung dan memicu maag, rasa panas di dada, serta mual.
"Secara medis, tidur setelah sahur tidak ada larangan, tapi yg perlu diperhatikan posisinya kalo langsung tidur posisi berbaring, risiko refluks asam lambung (mag, rasa panas di dada, mual) bisa meningkat," kata dr Putro saat dihubungi Republika, Rabu (18/2/2026).
Putro juga menyarankan durasi tidur setelah sahur tidak terlalu lama. Pasalnya, manusia memiliki ritme sirkadian atau jam biologis 24 jam yang mengatur pola tidur, hormon, metabolisme, dan suhu tubuh. Menjelang subuh hingga pagi, kata dr Putro, tubuh meningkatkan hormon kortisol dan suhu inti sebagai persiapan bangun dan beraktivitas.