REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Karakter beruang pencinta madu Winnie the Pooh merayakan ulang tahunnya yang ke-100 tahun ini. Karakter yang dikenal sebagai beruang dengan otak yang sangat kecil namun penuh kebijaksanaan itu pertama kali diperkenalkan pada tahun 1926 melalui buku karya penulis Inggris AA Milne dengan ilustrasi dari EH Shepard.
Untuk menandai satu abad keberadaan karakter tersebut, The Walt Disney Company mengadakan perayaan selama satu tahun penuh. Mulai dari merilis koleksi mainan baru, kolaborasi dengan brand, menghadirkan pengalaman interaktif di berbagai negara, hingga animasi dan storytelling yang lebih relevan dengan generasi muda saat ini.
Disney sendiri memperoleh hak atas Pooh dan teman-temannya dari Hundred Acre Wood pada dekade 1960-an. Manajer senior riset di Arsip Walt Disney di California, Kevin Kern, mengatakan bahwa daya tarik Pooh terletak pada sifatnya yang sangat manusiawi.
"Winnie the Pooh adalah kita semua. la menunjukkan emosi yang sama seperti kita. la melihat hal-hal yang kita lihat dan menghadapi kesulitan seperti kita, entah itu memanjat pohon untuk mengambil madu atau mencoba memahami teman-temannya," kata dia seperti dikutip dari Japan Times, Rabu (11/3/2026).
Buku pertama tentang Pooh diterbitkan di Inggris dan Amerika Serikat pada Oktober 1926. Ceritanya terinspirasi dari putra Milne, Christopher Robin Milne, serta koleksi boneka mainannya yang kemudian menjadi tokoh-tokoh dalam cerita.
Karakter tersebut antara lain Piglet, Eeyore, Owl, Rabbit, serta Kanga dan bayinya Roo. Dua tahun kemudian, karakter ceria Tigger bergabung dalam buku kedua berjudul The House at Pooh Corner.
Popularitas Pooh semakin meningkat setelah Disney merilis film animasi pendek pertamanya pada 1966. Dalam versi ini, tampilan khas Pooh, kaus merah pendek tanpa celana, menjadi ciri visual yang dikenal luas hingga sekarang.