Selasa 17 Mar 2026 09:38 WIB

Peluncuran Seedance 2.0 Ditunda Buntut Sengketa Hak Cipta

Seedance 2.0 semula direncanakan meluncur pada pertengahan 2026.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Aplikasi video AI (ilustrasi).  Perusahaan teknologi ByteDance dilaporkan menangguhkan peluncuran global generator video berbasis kecerdasan buatan (Al) terbarunya, Seedance 2.0.
Foto: Dok. Freepik
Aplikasi video AI (ilustrasi). Perusahaan teknologi ByteDance dilaporkan menangguhkan peluncuran global generator video berbasis kecerdasan buatan (Al) terbarunya, Seedance 2.0.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan teknologi ByteDance dilaporkan menangguhkan peluncuran global generator video berbasis kecerdasan buatan (Al) terbarunya, Seedance 2.0. Langkah ini dilakukan setelah menghadapi sengketa hak cipta dengan sejumlah studio film besar Hollywood dan platform streaming.

Berdasarkan laporan dari The Information, model Al tersebut sebelumnya direncanakan meluncur secara global pada pertengahan Maret 2026. Namun, rencana itu kini ditangguhkan sementara sambil menunggu pengembangan sistem pengamanan baru untuk mencegah penggunaan konten berhak cipta tanpa izin.

Baca Juga

Penundaan peluncuran ini terkait dengan meningkatnya tekanan hukum dari industri hiburan. Beberapa studio besar dan perusahaan streaming, termasuk Disney, Netflix, dan Paramount, menyampaikan kekhawatiran bahwa model Al tersebut mungkin dilatih menggunakan konten film dan serial televisi yang dilindungi hak cipta tanpa izin.

Sejumlah klip Al yang beredar di internet bahkan dilaporkan menampilkan karakter atau aktor yang mudah dikenali dari waralaba populer. Salah satunya video singkat yang menunjukkan Tom Cruise berkelahi dengan Brad Pitt, yang ternyata dibuat hanya dengan prompt singkat di Seedance.

Dalam perkembangan terkait, Disney disebut telah mengirimkan surat peringatan kepada ByteDance. Dalam surat tersebut, seperti dilansir laman Digital Trends, Senin (16/3/2026), Disney menuduh adanya penggunaan karya berhak cipta dalam data pelatihan model serta kemunculan konten yang meyerupai properti intelektual miliknya dalam hasil video Al.

photo
Seorang wanita menggunakan teleponnya di depan gedung markas Bytedance di Shanghai, China, 3 Agustus 2020.  - (EPA-EFE/ALEX PLAVEVSKI)

 

Serikat aktor SAG-AFTRA turut mengeluarkan pernyataan resmi dan mengutuk pelanggaran terang-terangan yang dimungkinkan oleh model video Al baru ByteDance, Seedance 2.0. Konten yang dihasilkan Seedance dilaporkan menampilkan karakter milik Disney seperti Spider-Man, Darth Vader, dan Grogu atau Baby Yoda.

Seedance 2.0 pertama kali diperkenalkan pada awal tahun ini dan dengan cepat menarik perhatian luas di internet. Teknologi ini mampu menghasilkan klip video pendek yang sangat realistis hanya dari perintah teks (prompt) yang sederhana, menjadikannya salah satu pemain baru dalam persaingan teknologi Al text-to-video bersama OpenAl Sora dan Google Veo.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement