Selasa 24 Oct 2023 18:23 WIB

Cara Pakai Topi Seperti Ini Bisa Sebabkan Kerontokan Rambut, Hindari Mulai Sekarang

Kerontokan rambut yang normal adalah sekitar 50-100 helai rambut rontok per hari.

Pria mengalami kerontokan rambut akibat keliru memakai topi (ilustrasi). penggunaan topi yang keliru justru bisa mengganggu penampilan rambut karena bisa memicu kerontokan.
Foto: www.freepik.com.
Pria mengalami kerontokan rambut akibat keliru memakai topi (ilustrasi). penggunaan topi yang keliru justru bisa mengganggu penampilan rambut karena bisa memicu kerontokan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Topi saat ini tak hanya berfungsi untuk menangkal paparan sinar matahari, tetapi juga telah menjadi item fashion yang menunjang penampilan. Sayangnya, penggunaan topi yang keliru justru bisa mengganggu penampilan rambut karena bisa memicu kerontokan.

Kerontokan rambut pada dasarnya merupakan hal yang normal selama tidak berlebihan. Menurut American Academy of Dermatology, kerontokan rambut yang normal adalah sekitar 50-100 helai rambut rontok per hari.

Baca Juga

Rambut yang rontok secara berlebihan bisa dipicu oleh beragam faktor. Sebagian di antaranya adalah defisiensi vitamin tertentu, penyakit, dan stres.

Di samping itu, kebiasaan menggunakan topi yang keliru juga dapat memicu terjadinya rambut rontok. Kebiasaan memakai topi yang dapat memicu rambut rontok adalah memakai topi  dengan ukuran yang terlalu kecil.

"Memakai topi tidak menyebabkan rambut rontok, kecuali topinya berukuran terlalu kecil untuk kepala Anda, dan Anda memakainya sepanjang waktu setiap hari," jelas pendiri sentra perawatan rambut keriting Tooti, Gaia Tonanzi, seperti dilansir Express pada Selasa (24/10/23).

Hal senada juga diungkapkan oleh Lloyds Pharmacy Online Doctor. Laman layanan kesehatan tersebut tidak menganjurkan penggunaan topi yang terlalu kecil atau ketat karena dapat memberikan tekanan berlebih pada folikel rambut.

"(Tekanan berlebih) itu bisa memicu kondisi bernama traction alopecia," ujar Lloyds Pharmacy Online Doctor.

Traction alopecia merupakan jenis rambut rontok yang disebabkan oleh tarikan atau tekanan konstan pada rambut. Kondisi ini lebih sering dikaitkan dengan kebiasaan menata rambut seperti mengepang atau menguncir rambut dengan kuat.

"Namun memakai topi atau helm yang ketat dalam waktu panjang juga bisa berkontribusi (pada terjadinya traction alopecia)," ujar Lloyds Pharmacy Online Doctor.

Selain menggunakan topi berukuran terlalu kecil, kebiasaan lain yang perlu dihindari oleh penggemar topi adalah jarang mencuci topi. Topi yang tidak dicuci dalam jangka panjang bisa membuat keringat, bakteri, hingga ketombe menumpuk di kulit kepala. Kondisi tersebut dapat menyebabkan masalah kulit kepala yang mungkin berujung pada gangguan kesehatan rambut.

Pengaruh topi terhadap kerontokan rambut juga pernah disorot dalam sebuah studi pada jurnal Plastic and Reconstructive Surgery. Studi ini menemukan bahwa kebiasaan menggunakan topi setiap hari berkaitan dengan masalah rambut rontok di bagian depan kepala.

Tak hanya topi, studi ini juga menyoroti beberapa faktor lain yang turut berkontribusi pada terjadinya rambut rontok. Faktor tersebut adalah stres, kebiasaan minum alkohol, serta kebiasaan merokok.

Menurut Tonanzi, orang-orang yang mengalami masalah rambut rontok dapat mengonsultasikan kondisi tersebut kepada dokter. Konsultasi dengan dokter dapat membantu menemukan akar masalah penyebab rambut rontok. Dengan begitu, orang-orang yang bermasalah dengan rambut rontok bisa mendapatkan terapi yang sesuai dengan kondisi mereka.

Namun, Tonanzi memperingatkan bahwa tak ada jalan pintas untuk mengatasi masalah rambut rontok. Tak ada terapi rambut rontok yang bisa memberikan hasil dalam waktu singkat. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement