Kamis 19 Oct 2023 17:00 WIB

Britney Spears Akui Pernah Aborsi Ketika Menjalin Hubungan dengan Justin Timberlake

Di memoarnya, Britney Spears menulis Justin Timberlake tak ingin jadi ayah kala itu.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Qommarria Rostanti
Britney Spears. Dalam memoar yang akan dirilisnya, Britney Spears mengungkap dirinya pernah melakukan aborsi saat menjalin hubungan bersama penyanyi Justin Timberlake.
Foto: EPA
Britney Spears. Dalam memoar yang akan dirilisnya, Britney Spears mengungkap dirinya pernah melakukan aborsi saat menjalin hubungan bersama penyanyi Justin Timberlake.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Buku memoar Britney Spears yang akan segera dirilis, The Woman in Me, sudah menggemparkan para penggemar. Pasalnya, cuplikan buku mengungkap bahwa Spears pernah melakukan aborsi saat menjalin hubungan dengan penyanyi Justin Timberlake.

Spears dan Timberlake berkencan antara tahun 1999 dan 2002. Kutipan dari buku memoar menyebut bahwa Spears mengandung anak Timberlake dan melakukan aborsi pada akhir tahun 2000, ketika berusia 18 atau 19 tahun. Spears yang kini berusia 41 tahun juga mengungkap bahwa dahulu dia mengalami pemutusan hubungan kerja setelah hamil anak Timberlake.

Baca Juga

Penyanyi pop yang aktif bermusik sejak 1992 itu menyampaikan bahwa prosedur aborsi tersebut adalah salah satu hal paling menyiksa yang pernah dia alami. Dia juga menuliskan bahwa Timberlake tidak ingin menjadi seorang ayah. Namun, Spears tidak menyesali hubungan mereka.

"Itu memang mengejutkan, tapi bagi saya, itu bukan sebuah tragedi. Saya sangat mencintai Justin. Saya selalu berharap kami memiliki keluarga bersama suatu hari nanti," ujar Spears dalam cuplikan bukunya, dikutip dari laman BBC, Kamis (19/10/2023).

 

Setahun setelah berpisah dari Timberlake, Spears merilis album In the Zone, dengan single ketiga berjudul "Everytime" yang kini kembali jadi sorotan. Secara musikalitas, tembang balada itu bertempo lambat dan berbeda dengan beberapa rilisan Spears sebelumnya.

Setelah pengakuan aborsi Spears, banyak penggemar mencermati kembali lagu "Everytime" dan berspekulasi bahwa lirik lagunya terkait dengan apa yang dia alami. Spears diyakini membuat lagu itu sebagai "permintaan maaf" kepada bayinya yang tak dilahirkan.

Bagian refrain dari lagu tersebut kini ditafsirkan dengan cara baru oleh beberapa orang. "And every time I see you in my dreams. I see your face, it's haunting me. I guess I need you, baby. (Dan setiap kali aku melihatmu dalam mimpiku, aku melihat wajahmu, kamu menghantuiku. Sepertinya aku membutuhkanmu, sayang)," demikian bunyi penggalan lagu itu.

Memang tidak ada konfirmasi atau pernyataan apa pun dari Spears, namun teori penggemar bahwa itu terkait dengan aborsi telah memicu diskusi signifikan dan menjadi viral di media sosial. Bahkan, banyak orang menonton lagi video klip "Everytime" dan membagikannya ulang.

Video tersebut menceritakan Spears yang kelelahan dengan ketenarannya. Diceritakan bahwa dia diburu oleh paparazi dan penggemar, kemudian terluka setelah kepalanya dipukul dengan kamera. Dia pergi ke kamar hotel, lalu mandi dan kehilangan kesadaran.

Setelahnya, video tersebut menampilkan adegan yang menunjukkan Spears dibawa dengan ambulans, diresusitasi oleh dokter di ranjang rumah sakit, sementara hantunya melihat. "Hantu" Spears kemudian masuk ke kamar lain di rumah sakit, tempat seorang bayi perempuan dilahirkan.

Hal itu memang tidak secara eksplisit menyinggung aborsi. Alur naratifnya tampak seperti satu kehidupan yang berakhir, sementara kehidupan lainnya dimulai. Namun, tetap saja penggemar "terbawa" dan menganggap adegan itu ada kaitannya dengan kesedihan yang dialami Spears saat harus mengaborsi janin. 

Sebagian malah menyinggung pertunjukan langsung Spears. Penggemar bersaksi bahwa Spears pernah menyanyikan lagu "Everytime" di konsernya sambil menyentuh perut. Kali lain, dia mencium putra-putranya, Sean Preston dan Jayden James, di sela lagu.

Apa pun maknanya, lagu itu cukup populer dan melekat. Spears menulis lagu "Everytime" bersama Annet Artani. Catatan dari Performing Right Society (PRS), badan yang mengelola hak musik di Inggris, persentase penulisan adalah 65 persen Spears dan 35 persen Artani.

Video musiknya yang dirilis pada 2004 disutradarai oleh David LaChapelle. Menulis di media sosial pada 2019, LaChapelle mengatakan bahwa satu-satunya arahan yang diberikan Spears kepadanya untuk pembuatan klip itu adalah "dia ingin mati" dalam video.

Justin Timberlake belum mengomentari pengungkapan terbaru Spears. Namun, pada 2021 silam, dia pernah membuat postingan media sosial yang menyebutkan dia "sangat menyesal" dan akan "bertanggung jawab" setelah mengakui telah mengecewakan Spears selama hubungan mereka.

Tak lama setelah perpisahan keduanya pada 2002, Timberlake meluncurkan lagu "Cry Me A River", yang dipandang beberapa orang tidak peka dan memanfaatkan hubungan dengan sang mantan. Timberlake dituding menggunakan patah hati untuk mempromosikan musiknya, bahkan menampilkan orang yang mirip Spears dalam video klipnya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement