Rabu 04 Oct 2023 11:11 WIB

Mpasi Fortifikasi Bisa Dukung Tumbuh Kembang Anak?

Mpasi yang kurang dalam kuantitas dan kualitas dapat menyebabkan anak gagal tumbuh.

Rep: Desy Susilawati/ Red: Friska Yolandha
Nasi tim ayam untuk MPASI. Ada berbagai pertimbangan dalam memberikan menu mpasi untuk anak.
Foto: Republika/Santi Sopia
Nasi tim ayam untuk MPASI. Ada berbagai pertimbangan dalam memberikan menu mpasi untuk anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah berusia enam bulan, anak membutuhkan makanan pendamping ASI (Mpasi). Mpasi ini selain bisa dibuat sendiri, juga tersedia di pasaran salah satunya Mpasi fortifikasi. 

Apakah Mpasi fortifikasi bisa membantu tumbuh kembang anak?

Baca Juga

Dokter Spesialis Anak, dr Mas Nugroho Ardi Santoso, memahami adanya berbagai pertimbangan dan perbedaan pandangan dalam memilih nutrisi Mpasi. Ada sebagian yang berpendapat bahwa Mpasi yang baik adalah yang diolah sendiri. Di sisi lain, ada pula yang anti terhadap Mpasi fortifikasi.

Ia menjelaskan peran gizi dalam 1.000 hari pertama kehidupan (1.000 HPK). Ini adalah fase terpenting dalam membentuk dan membangun kualitas gizi anak. 

Kualitas pada 1.000 HPK sangat menentukan keberlangsungan kehidupan anak di masa depan. Misalnya, seluruh organ penting dan sistem tubuh mulai terbentuk dengan pesat. 

Perkembangan yang dimulai adalah kesehatan saluran cerna, perkembangan organ metabolik, perkembangan kognitif, pertumbuhan fisik, dan kematangan sistem imun. Bahkan perkembangan otak manusia 80 persen terjadi pada masa 1.000 HPK, dan sisanya 20 persen terjadi hingga dewasa.

"Karena itu selain memperhatikan nutrisi seimbang saat hamil, kemudian memastikan asupan gizi melalui ASI selama 6 bulan, ibu juga harus memperhatikan asupan nutrisi pada fase MPASI saat usia anak di atas 6 bulan," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Selasa (3/10/2023).

Pada usia tersebut....

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement