Ahad 01 Oct 2023 21:10 WIB

Mengapa Sebagian Perempuan Sulit Tidur Saat Memasuki Masa Menopause?

Tidur adalah hal yang amat penting bagi kesehatan.

Rep: Shelbi Asrianti / Red: Muhammad Hafil
Seorang wanita tidur menggunakan penutup mata atau masker mata (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com
Seorang wanita tidur menggunakan penutup mata atau masker mata (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Tidur adalah hal yang amat penting bagi kesehatan dan menjadi kesempatan bagi tubuh untuk memulihkan diri. Sayangnya, sebagian perempuan yang menjelang masa menopause sering melaporkan kesulitan untuk bisa tidur nyenyak di malam hari.

Dokter umum Zoe Williams menyampaikan bahea sulit tidur adalah salah satu gejala jelang menopause yang paling umum. Sepertiga orang di masa perimenopause atau waktu transisi saat akan memasuki masa menopause mengaku mengalami kurang tidur.

Baca Juga

"Saya melihat banyak orang di klinik saya dalam berbagai tahap perjalanan menopause mereka, dan salah satu keluhan yang paling konsisten adalah seputar tidur. Sulit tidur adalah salah satu keluhan paling umum yang disuarakan oleh pasien perimenopause," ujar Williams, dikutip dari laman Hello Magazine, Ahad (1/10/2023).

Sementara, kualitas tidur yang buruk cenderung membuat suasana hati seseorang menjadi buruk di hari berikutnya. Orang tersebut juga bisa terjangkit gangguan kecemasan dan itu dapat berdampak negatif pada tubuh, baik secara mental maupun fisik.

 

Mengapa perempuan yang ada di masa perimenopause sukar tidur? Williams menjelaskan, saat memasuki masa perimenopause, tubuh mengalami penurunan produksi hormon seks dan hal itu dapat berdampak langsung pada kebiasaan tidur. 

Tubuh mulai memproduksi lebih sedikit estrogen, progesteron, dan testosteron. Hal itu sering kali menyebabkan perubahan suhu inti tubuh, peningkatan tingkat kecemasan, dan kekeringan pada vagina. Semua masalah yang lantas bisa menyebabkan gangguan tidur.

Profesional medis yang bekerja dengan merek gaya hidup menopause Issviva itu juga menyoroti kadar melatonin yang menurun saat memasuki perimenopause. Melatonin yang biasa disebut sebagai 'hormon tidur' jumlahnya menurun secara bertahap jelang menopause.

Ketidakmampuan untuk tidur nyenyak juga kemungkinan besar terkait dengan perubahan suhu yang seringkali lebih buruk dan lebih mengganggu pada malam hari. Pertanyaannya, apakah kebiasaan tidur akan kembali normal setelah terjadi menopause?

Kabar baiknya, di akhir perjalanan menopause, hormon kebanyakan orang menurun dan pola tidur mereka membaik. "Namun, hal ini tidak terjadi pada semua orang dan bagi sebagian orang, kekurangan hormon menyebabkan gangguan tidur terus berlanjut," tutur Williams.

Sumber

https://www.hellomagazine.com/healthandbeauty/health-and-fitness/20221017153925/menopause-sleep-problems-what-to-do/

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement