Sabtu 09 Sep 2023 22:57 WIB

Tak Antisipasi 'Meledaknya' Album Layover V BTS, Agensi Hybe Dikritik Warganet

Layover kini memegang rekor album penjualan tertinggi dalam sejarah Hanteo Chart.

Rep: Santi Sopia/ Red: Qommarria Rostanti
V BTS. Agensi BTS, Hybe, dikritik ksrena dinilai tidak mampu mengantisipasi besarnya minat album solo V berjudul Layover.
Foto: Dok BigHit Music
V BTS. Agensi BTS, Hybe, dikritik ksrena dinilai tidak mampu mengantisipasi besarnya minat album solo V berjudul Layover.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kim Taehyung alias V dari BTS mencetak rekor besar pada hari perilisan album solonya, Layover pada Jumat (8/9/2023). Taehyung mencapai status penjual jutaan album dalam waktu empat jam setelah mengumpulkan 1.672.138 eksemplar terjual pada hari pertama. 

Hasilnya, Layover kini memegang rekor album dengan penjualan tertinggi dalam sejarah Hanteo Chart oleh artis solo pada hari pertama penjualannya. Namun, sebelum penghitungan akhir penjualan hari pertama, diumumkan di chart real-time Hanteo bahwa album telah terjual lebih dari 2,2 juta kopi dalam waktu kurang dari tujuh jam.

Baca Juga

Lebih dari 500 ribu penjualan kemudian terlihat dikurangi, dan Hanteo mengeluarkan pernyataan resmi, dengan mengakui bahwa mereka perlu memperbaiki volume penjualan sebenarnya. Menyusul perubahan catatan angka oleh Hanteo, China Baidu VBar, klub penggemar Taehyung di Cina, mengeluarkan pernyataan yang mengklarifikasi hal yang terjadi dan memberikan tanda terima pembelian mereka. Pengecer tempat mereka memesan mengonfirmasi bahwa pesanan terlalu besar sementara persediaan album terbatas sehingga tidak cukup untuk menampungnya.

Hanteo tidak dapat mencatat angka sampai vendor mengirimkan albumnya. Hal ini menyebabkan penghapusan lebih dari 500 ribu penjualan yang awalnya dihitung. Penjualan lengkap dari Cina diperkirakan akan terlihat pada awal pekan depan setelah persediaan tersedia. 

 

Kpop Merch, pengecer yang bertanggung jawab atas kegagalan tersebut, mengeluarkan pernyataan permintaan maaf karena mengambil uang penggemar tanpa memeriksa inventaris dan mengamankan stok album dari perusahaan hiburan Hybe tersebut. Terlepas dari situasi kontroversi ini, Taehyung berhasil menjual lebih dari dua juta album dalam satu hari, dan itu secara resmi akan tercermin pada rekor penjualan pekan pertamanya.

Penggemar telah menunjukkan bahwa grup lain di bawah Hybe secara teratur menjual jutaan album, dan mereka seharusnya mengantisipasi pesanan dalam jumlah besar untuk Layover dan membuat persiapan yang sesuai. Seperti dilansir laman AllKpop, Sabtu (9/9/2023), beberapa penggemar mengungkapkan kemarahannya terhadap kesalahan pelaporan toko tersebut, sementara yang lain mengarahkan rasa frustrasi mereka pada label tersebut. 

Warganet juga menunjukkan bagaimana kekurangan stok terjadi di toko-toko AS dan Inggris, bahkan untuk album yang dipesan di muka beberapa pekan yang lalu. Kemudian ada yang lebih menyalahkan HYBE karena dinilai tidak mampu mengantisipasi permintaan besar untuk album Taehyung ini. 

“Ada grup di Hybe yang menjual tiga juta eksemplar pada hari pertama, tapi mereka tidak punya stok album yang cukup untuk Taehyung ketika Vbar menurunkan penjualan 800k+ ke penjualan 1,6 juta yang ada??? Saya harus tertawa,” kata warganet.

“Melihat besarnya pre order Hybe seharusnya memperkirakan penjualannya terlebih dahulu dan mengatur persediaan yang cukup. Karena ketidakprofesionalan mereka, penjualan hari pertama taehyung terpengaruh. Semua hanya karena Hybe dan ketidakmampuan mereka,” timpal yang lain.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement