Kamis 17 Aug 2023 22:02 WIB

Geram, Warganet Minta Sandra Bullock Kembalikan Piala Oscar, Apa Pemicunya?

Sandra Bullock meraih Oscar berkat perannya dalam film The Blind Side pada 2009.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda
Aktris Sandra Bullock menjadi pemenang Piala Oscar untuk kategori Aktris Terbaik 2009 lewat The Blind Side.
Foto: EPA
Aktris Sandra Bullock menjadi pemenang Piala Oscar untuk kategori Aktris Terbaik 2009 lewat The Blind Side.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Belum lama ini, aktris Sandra Bullock dihujani oleh komentar pedas warganet. Mereka meminta Bullock untuk mengembalikan Piala Oscar yang dia menangkan melalui perannya dalam film The Blind Side pada 2009.

The Blind Side merupakan film yang dibuat berdasarkan kisah mantan atlet NFL, Michael "Mike" Oher. Film ini berkisah mengenai Oher remaja yang tak memiliki rumah lalu diadopsi oleh keluarga Tuohy. Dengan bantuan keluarga Tuohy, Oher akhirnya menemukan potensi dirinya sebagai atlet football.

Baca Juga

Dalam film ini, Bullock berperan sebagai ibu angkat Oher, yaitu Leigh Anne Tuohy. Performa akting Bullock yang prima dalam film ini mengantarkan sang aktris sebagai pemenang Piala Oscar untuk kategori "Best Actress" pada 2009.

Tak hanya Piala Oscar, Bullock juga memenangkan banyak penghargaan bergengsi lain untuk kategori "Best Actress" berkat perannya dalam film The Blind Side. Sebagian di antaranya adalah Golden Globe Awards, Critic's Choice Awards, dan Screen Actors Guild Awards.

Komentar pedas warganet yang meminta Bullock untuk mengembalikan Piala Oscar miliknya muncul setelah skandal terkait film The Blind Side terkuak. Belum lama ini, Oher mengungkapkan bahwa kisah adopsi di dalam film The Blind Side adalah sebuah kebohongan.

Alih-alih mengadopsi Oher, keluarga Tuohy justru menempatkan sang mantan atlet ke dalam status conservatorship. Artinya, pihak keluarga Tuohy memegang kuasa penuh atas keputusan pribadi dan keuangan untuk Oher.

Oher yang masih remaja kala itu tidak mengerti bahwa dia dikelabui oleh keluarga Tuohy. Saat itu, dia benar-benar menganggap bahwa keluarga Tuohy mengadopsinya sebagai anak.

Oher mulai menaruh kecurigaan dan melakukan investigasi penuh setelah pensiun sebagai atlet pada 2016. Dibantu oleh seorang pengacara, Oher akhirnya mendapatkan beragam informasi terkait kontrak film The Blind Side yang melibatkan orang tua "angkatnya".

Melalui investigasi ini pula, pengacara Oher menemukan bukti bahwa pasangan suami-istri Tuohy tak pernah mengadopsi Oher sebagai anak. Fakta mengejutkan ini terungkap setelah pengacara Oher menemukan dokumen conservatorship Oher pada Februari lalu. Temuan ini benar-benar menghancurkan perasaan Oher.

"Ketika keluarga Tuohy mengatakan kepada Mike (Oher) bahwa mereka mencintainya dan ingin mengadopsinya, kekosongan dalam hidup Oher akhirnya terisi. Menemukan bahwa dia tidak benar-benar diadopsi sangat melukai persaan Mike," ungkap pengacara Oher, J Gerard Stranch IV, seperti dilansir ESPN

Keluarga Tuohy diduga melakukan hal ini demi mendulang keuntungan pribadi. Pihak keluarga Tuohy mendapatkan bayaran kontrak sebesar 225 ribu dolar AS (sekitar Rp 3,4 miliar) dan 2,5 persen keuntungan dari film The Blind Sid/. Ironisnya, Oher tak sedikit pun mendapatkan keuntungan dari film yang mengangkat kisah hidupnya tersebut.

Tak hanya itu Oher mengungkapkan bahwa dia tidak pernah menandatangani perjanjian apa pun untuk memberikan hak atas kisah hidupnya. Anehnya, ada dokumen perjanjian dengan tanda tangan yang tampak seperti tanda tangan Oher.

"Tak ada seorang pun yang menunjukkan dokumen ini kepadanya dengan penjelasan apa pun," ungkap pihak pengacara Oher, seperti dilansir NBCNews.

Mengetahui informasi ini, banyak warganet yang merasa sangat marah. Saking geramnya, sebagian warganet bahkan menuntut Bullock untuk mengembalikan Piala Oscar yang dia menangkan berkat film The Blind Side.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement