Kamis 10 Aug 2023 23:30 WIB

Sambut Hari Jadi ke-75 Polwan, YKPI Gelar Webinar Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Payudara

Webinar Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Payudara diikuti polwan dan ASN Polda DIY.

Deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah terjadinya kanker payudara. (ilustrasi)
Foto: www.freepik.com
Deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah terjadinya kanker payudara. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menyambut Hari Jadi ke-75 Polwan RI, Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) bekerja sama dengan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (BIDDOKKES) Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar webinar tentang Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Payudara dan Praktek SADARI pada 8 Agustus 2023. Kegiatan ini diikuti 410 peserta yang terdiri dari Polwan dan ASN Polda DIY. 

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para peserta akan pentingnya deteksi dini kanker payudara dalam rangka menurunkan kejadian kasus baru kanker payudara stadium lanjut, khususnya di lingkungan Polda DIY dan keluarganya.

Baca Juga

Kombes Pol drg Agustini Purwaningsih, SpPerio, Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda DIY mengatakan kanker payudara menempati urutan pertama jumlah kanker terbanyak di Indonesia serta menjadi salah satu penyumbang  kematian tertinggi akibat kanker.

"Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan orang rentan terkena kanker payudara, yaitu usia di atas 50 tahun, kontrasepsi oral, menstruasi dini, riwayat tumor jinak pada payudara, kehamilan pertama di usia tua, menopause di usia lanjut, pola hidup tidak sehat seperti obesitas, jarang berolahraga, merokok, dan tidak menyusui," jelasnya lewat keterangan pers. 

 

Kanker payudara merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar dan penyebab kematian tertinggi bagi perempuan di Indonesia. Data Globocan 2020 menunjukkan di Indonesia terdapat kasus baru kanker payudara mendekati 66 ribu dengan tingkat kematian lebih dari 22 ribu. 

"Yang memprihatinkan, 70 persen pasien datang ke dokter sudah dalam stadium lanjut," ujar Linda Agum Gumelar, ketua YKPI, 

Salah satu faktor penyebab tingginya jumlah kasus kanker payudara stadium lanjut adalah keengganan memeriksakan diri ke dokter karena takut didiagnosis kanker. Orang awam sering kali hanya mendengar kanker adalah penyakit kutukan atau tidak ada obatnya tanpa pernah memperoleh informasi yang benar tentang kanker. 

Deteksi dini kanker payudara dapat menurunkan angka kanker stadium lanjut sehingga angka kesembuhan naik. Melalui deteksi dini diharapkan ada kesadaran dan kepedulian dalam mengendalikan faktor risiko kanker payudara sehingga diharapkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker payudara dapat ditekan. 

Kuncinya adalah ditemukan dalam stadium awal dan mengikuti tahapan-tahapan pengobatan secara medis. Untuk itu, penting sekali mengetahui informasi tentang skrining dan deteksi dini kanker payudara, juga melakukan langkah kesehatan dengan mamografi pada usia di atas 40 tahun, selain secara rutin melakukan SADARI (perikSA payuDAra sendiRI) dan SADANIS (perikSA payuDAra kliNIS). SADARI sangat mudah dilakukan dengan cara yang tepat, rutin, disiplin dan bila ada benjolan dan tidak sakit segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement