Senin 07 Aug 2023 17:14 WIB

Karies pada Gigi Anak Ternyata Bisa Sebabkan Stunting

Karies dan stunting merupakan dua kondisi yang saling berkaitan.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Nora Azizah
Karies pada gigi anak bisa menyebabkan stunting, dan stunting bisa menyebabkan karies pada gigi anak.
Foto: www.freepik.com
Karies pada gigi anak bisa menyebabkan stunting, dan stunting bisa menyebabkan karies pada gigi anak.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Ada banyak beragam faktor penyebab anak mengalami stunting, salah satu penyebabnya adalah karies gigi pada anak. Profesor Bidang Kedokteran Gigi Anak dari Universitas Brawijaya (UB), Muhamad Chair Effendi mengatakan, karies dan stunting pada anak itu seperti 'lingkaran setan'. 

"Stunting bisa menyebabkan karies dan karies bisa menyebabkan stunting," kata Chair di UB, Kota Malang, dikutip Senin (7/8/2023).

Baca Juga

Sebagaimana hasil penelitian menyebutkan anak dengan stunting biasanya memiliki saliva rendah atau mengalami hiposalivasi. Situasi ini menyebabkan kondisi mulut kering dan pH dalam kondisi asam. Mulut yang dalam keadaan asam acap menjadi tempat berkembang biak bakteri penyebab karies.

Di samping itu, juga diketahui anak yang mengidap karies biasanya akan mengalami kekurangan asupan makanan atau gizi. Hal ini karena sakit gigi yang dialami anak membuat mereka kesulitan untuk mengonsumsi makanan apapun.

"Anak tidak bisa makan. Ibunya mengeluh, malamnya tidak bisa tidur," jelasnya.

Merujuk kondisi tersebut, Chair pun melakukan penelitian dengan mencoba mencari solusinya. Salah satunya dengan penggunaan liner agar masalah karies dan stunting tidak semakin parah.

Sebagaimana diketahui, Chair memiliki penelitian tentang biokomposit nanopartikel Zinc oxide/Propolis (nZno/Propolis) sebagai liner untuk perlindungan pulpa gigi anak. Penggunaan liner termasuk solusi terbaik untuk melindungi pulpa gigi dari infeksi bakteri.

Adapun beberapa macam liner yang banyak diaplikasikan di bidang kedokteran gigi anak ialah calcium hydroxide, mineral trioxide aggregate, resin-modified glass ionomers, dan ZnO eugenol. Dari material-material tersebut, ZnO eugenol dipandang sebagai liner yang paling unggul. Namun, sifat sitotoksik material ini menjadi masalah yang krusial.

Di samping itu, pengisian ZnO eugenol yang berlebihan dapat mengurangi keberhasilan perawatan gigi. Oleh sebab itu, perlu inovasi untuk menemukan material baru yang lebih baik dalam mengatasi kegagalan perawatan pada pulpa gigi anak.

Untuk meningkatkan kemampuan antibakteri, nZnO dapat menambahkan bahan antibakteri lain dari bahan alami, yaitu propolis. Ia menilai biokomposit nZnO/propolis merupakan campuran nanopartikel ZnO dengan bahan alam propolis, sangat potensial sebagai liner untuk bahan pelindung pulpa pada gigi anak. Hal ini khususnya dalam menghambat dan membunuh bakteri Streptococcus mutans.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement