Selasa 25 Jul 2023 23:17 WIB

Asam Lemak Omega-3 Terbukti Bantu Jaga Kesehatan Paru, Bisa Didapat dari Makan Apa?

Omega-3 merupakan bagian dari diet sehat yang juga penting untuk kesehatan paru.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda
Rontgen paru (Ilustrasi). Kadar asam lemak omega-3 yang lebih tinggi dalam darah seseorang memiliki hubungan dengan pencegahan penurunan fungsi paru-paru.
Foto: Antara
Rontgen paru (Ilustrasi). Kadar asam lemak omega-3 yang lebih tinggi dalam darah seseorang memiliki hubungan dengan pencegahan penurunan fungsi paru-paru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asam lemak omega-3, yang bisa didapat dari makanan maupun suplemen, kini terbukti bisa membantu menjaga kesehatan paru-paru. Sebuah studi baru mengumpulkan bukti ilmiah tersebut dari analisis data yang dihimpun National Institutes of Health.

Salah satu penulis studi, Patricia A Cassano, menyampaikan bahwa selama ini sudah banyak diketahui tentang peranan pola makan terhadap risiko kanker dan penyakit kardiovaskular. Hanya saja, pengaruh pola makan terhadap kondisi paru-paru masih kurang dipelajari.

Baca Juga

"Studi ini menambah bukti yang berkembang bahwa asam lemak omega-3, yang merupakan bagian dari diet sehat, juga penting untuk kesehatan paru-paru," ujar Cassano, dikutip dari laman Study Finds, Selasa (25/7/2023).

Direktur Divisi Ilmu Gizi di Universitas Cornell, New York, Amerika Serikat, tersebut menyoroti dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi peningkatan minat untuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas tentang intervensi gizi dan kontribusinya pada upaya pencegahan penyakit paru-paru. Proyek-proyek sebelumnya telah menyarankan bahwa asam lemak omega-3 dapat membantu.

Itu karena sifat antiinflamasinya yang cukup kuat. Beranjak dari pemikiran tersebut, tim peneliti menyusun studi dua bagian yang menyelidiki hubungan antara kadar asam lemak omega-3 dalam darah dan fungsi paru-paru dari waktu ke waktu.

Pada studi bagian pertama, peneliti melakukan studi observasional longitudinal yang melibatkan 15.063 orang Amerika dari NHLBI Pooled Cohorts Study. Kumpulan riset itu mempelajari faktor penentu risiko yang dipersonalisasi untuk penyakit paru kronis.

Semua peserta penelitian pada umumnya sehat saat penelitian dimulai, dan mayoritas tidak menunjukkan bukti penyakit paru-paru kronis. Kelompok itu terdiri dari orang dewasa lintas ras, usia rata-rata 56 tahun, dengan 55 persen adalah perempuan.

Peserta dilacak selama rata-rata tujuh tahun, dan dalam beberapa kasus, berlanjut selama 20 tahun. Studi longitudinal menunjukkan bahwa kadar asam lemak omega-3 yang lebih tinggi dalam darah seseorang memiliki hubungan dengan pencegahan penurunan fungsi paru-paru.

Penulis studi melihat asosiasi terkuat untuk asam docosahexaenoic (DHA), asam lemak omega-3 yang ditemukan dalam kadar tinggi di antara ikan berlemak seperti salmon, tuna, dan sarden. DHA juga tersedia sebagai suplemen makanan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement