Jumat 07 Jul 2023 10:01 WIB

Ukir Nama Dinding Colosseum, Turis Mengaku tidak Tahu Amfiteater Itu Bangunan Kuno

Turis itu mengaku akan bertanggung jawab atas perbuatannya.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Reiny Dwinanda
Turis berjalan di Colosseum di Roma, Italia, 11 Agustus 2021. Seorang turis meminta maaf setelah kedapatan mengukir namanya di dinding Colosseum.
Foto: EPA-EFE/ETTORE FERRARI
Turis berjalan di Colosseum di Roma, Italia, 11 Agustus 2021. Seorang turis meminta maaf setelah kedapatan mengukir namanya di dinding Colosseum.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang turis kedapatan merusak  dinding Colosseum di Roma, Italia, meminta maaf lewat surat yang ditujukan kepada Wali Kota Roma, Dewan Kota, dan Hakim Kota. Pria  yang diidentifikasi oleh pengacaranya sebagai Ivan Danailov Dimitrov itu memakai kunci untuk mengukir "Ivan+Hayley 23" ke dinding bata dari struktur Colosseum pada 23 Juni lalu.

Tindakan Dimitrov ini memicu kemarahan di media sosial dan pejabat Italia. Dalam suratnya, pria 27 tahun itu mengeklaim dia tidak menyadari bahwa amfiteater berusia hampir 2.000 tahun itu bangunan kuno.

Baca Juga

"Dengan sangat malu, saya mengakui bahwa saya baru mengetahui betapa antiknya monumen itu setelah apa yang sayangnya terjadi," kata Dimitrov dalam surat tertanggal Selasa (4/7/2023), dilansir NBC News, Jumat (7/7/2023).

Dimitrov mengatakan dia "menyadari beratnya tindakan yang dilakukan" dan menyampaikan "permintaan maaf yang tulus kepada orang Italia dan seluruh dunia atas kerusakan yang terjadi pada aset yang sebenarnya adalah warisan seluruh umat manusia".

"Saya juga menyadari bahwa perilaku serupa di negara saya akan mengakibatkan konsekuensi yang jauh lebih serius," tulisnnya.

Dimitrov pun mengaku akan bertanggung jawab dan melakukan upaya untuk menebus kesalahannya.

"Untuk alasan ini, saya akan bertanggung jawab dan akan melakukan upaya yang tulus dan nyata untuk menebus kesalahan," katanya melalui surat.

Dimitrov mengatakan tidak ada pembenaran untuk ketidaksopanan, kedangkalan, dan kesembronoan tindakannya. Dia menutup surat itu dengan mengatakan dia berharap permintaan maafnya akan diterima.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement