Selasa 27 Jun 2023 03:00 WIB

IDAI Serukan Pentingnya Perlindungan Anak Melalui Imunisasi

Selama pandemi, cakupan imunisasi menurun dan memicu kejadian luar biasa.

Petugas kesehatan memberikan vaksin polio kepada seorang anak saat Sub Pekan Imunisasi (PIN) Polio di Taman Neglasari, Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (3/4/2023).
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Petugas kesehatan memberikan vaksin polio kepada seorang anak saat Sub Pekan Imunisasi (PIN) Polio di Taman Neglasari, Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (3/4/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso mengemukakan rekomendasi imunisasi anak 2023 merupakan seruan kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi rutin untuk perlindungan kesehatan anak.

"Kami menandai peluncuran rekomendasi melalui Childhood Immunization Update (CIU) 2023 untuk memperbarui berbagai ilmu tentang imunisasi," kata Piprim Dilansir Antara dari keterangan tertulis PB-IDI di Jakarta.

Baca Juga

Ia mengatakan selama masa pandemi, cakupan imunisasi menurun signifikan. Hal itu mengakibatkan sejumlah kejadian luar biasa (KLB) di daerah karena munculnya penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), seperti polio di Aceh dan Jawa Barat, difteri dan campak di berbagai daerah Indonesia.

"Hal ini merupakan pengingat bagi kita semua agar berupaya untuk meningkatkan cakupan imunisasi sehingga mencapai tingkat yang tinggi agar kekebalan komunitas segera terwujud kembali dan berbagai KLB bisa dikendalikan," kata Piprim.

Dalam Rekomendasi Imunisasi IDAI terbaru pada 2023, terdapat dua jenis vaksinasi baru yang direkomendasikan untuk anak dan satu jenis pembaruan vaksinasi. Yakni vaksin dengue untuk demam berdarah dimulai dari usia enam tahun, vaksin HPV 9 valen untuk pencegahan kanker leher rahim pada anak perempuan usia sembilan tahun.

Ketua Panitia CIU 2023 sekaligus Ketua Satgas Imunisasi IDAI Hartono Gunardi mengatakan jadwal imunisasi anak rekomendasi IDAI diperbarui setiap tiga tahun sekali. "Rekomendasi ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi praktisi untuk melindungi anak dari PD3I dengan melengkapi imunisasi rutin dan imunisasi kejar pada anak-anak yang tertinggal imunisasinya," kata Hartono.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement