Kamis 12 Mar 2026 13:09 WIB

Dilema THR: Bayar Utang atau Beli Baju Baru?

THR bukan sekadar dana untuk bersenang-senang.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
THR (ilustrasi). THR bukan sekadar dana untuk bersenang-senang, melainkan instrumen penting yang bisa digunakan untuk memulihkan kesehatan finansial, terutama bagi mereka yang memiliki tanggungan utang.
Foto: Republika/Thoudy Badai
THR (ilustrasi). THR bukan sekadar dana untuk bersenang-senang, melainkan instrumen penting yang bisa digunakan untuk memulihkan kesehatan finansial, terutama bagi mereka yang memiliki tanggungan utang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Momen turunnya Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi saat yang dinantikan pekerja. Di tengah euforia persiapan mudik dan belanja kebutuhan Lebaran, godaan untuk menghabiskan dana tambahan ini sering kali sangat besar.

Namun, perencana keuangan ternama, Rista Zwestika, CFP, WMI, mengatakan THR bukan sekadar dana untuk bersenang-senang, melainkan instrumen penting yang bisa digunakan untuk memulihkan kesehatan finansial, terutama bagi mereka yang memiliki tanggungan utang. "Saya biasanya menggunakan pendekatan sederhana. Utang mahal vs utang terkelola," kata Rista, beberapa waktu lalu.

Baca Juga

"Utang mahal seperti kartu kredit, paylater, pinjaman konsumtif bunga tinggi, sebaiknya dilunasi terlebih dahulu," kata dia.

Karena dapat membebani keuangan, pelunasan utang mahal disarankan lebih diprioritaskan. Utang terkelola seperti kredit kepemilikan rumah atau pinjaman dengan bunga rendah yang tidak harus dibayar segera, menurut Rista, tidak selalu harus dilunasi menggunakan dana THR.

photo
Ilustrasi THR. - (Republika/Daan Yahya)

 

"Tidak selalu harus dilunasi dengan THR. Dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti, menjaga likuiditas juga penting. Karena itu saya sering menyampaikan prinsip, 'Jangan sampai bebas utang, tapi kehabisan uang'," ujarnya. Dalam situasi ekonomi yang tidak pasti, ia mengatakan, sebagian dana THR sebaiknya disisihkan sebagai cadangan uang tunai untuk berjaga-jaga. 

Self-reward nggak harus belanja

Pada kesempatan berbeda, perencana keuangan sekaligus pendiri Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini Soetikno mengingatkan generasi muda, khususnya Gen Z, untuk tidak berlebihan mengikuti tren self-reward saat menerima THR. Tanpa pengelolaan yang tepat, kebiasaan tersebut berpotensi membuat kondisi keuangan menurun setelah momen Lebaran.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement