REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang Hari Raya Lebaran, masyarakat biasanya melakukan perjalanan mudik dan bertemu banyak orang. Kondisi tersebut meningkatkan risiko penularan berbagai penyakit menular, salah satunya campak yang saat ini tengah mewabah.
Direktur Rumah Vaksinasi Pusat, dokter Elsa Hufaidah, mengatakan campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular. Dalam satu kasus, seorang pasien campak dapat menularkan penyakit tersebut kepada sekitar sebelas orang lainnya. Karenanya penting bagi anak untuk melengkapi vaksin campak sebagai upaya perlindungan.
"Orang tua harus memastikan anak-anak mereka terutama yang balita untuk mendapatkan vaksin campak secara lengkap sebelum melakukan perjalanan mudik. Karena mobilitas masyarakat yang tinggi saat Lebaran, potensi penularan pun semakin besar," kata dr Elsa saat diwawancara di Jakarta Timur, Kamis (12/2/2026).
Menurut dr Elsa, masih banyak orang tua yang menganggap vaksin campak tidak terlalu penting. Padahal vaksin ini sangat krusial untuk melindungi anak dari komplikasi serius seperti radang paru, diare berat yang memicu dehidrasi, infeksi telinga yang berisiko gangguan pendengaran, hingga radang otak.
"Campak ini vaksinnya sangat penting, karena campak bisa mengalami komplikasi yang serius. Campak berat bisa menyebabkan radang paru atau pneumonia, kemudian radang otak atau ensefalitis, serta diare yang terus-menerus," kata dia.