Selasa 10 Mar 2026 06:49 WIB

Satu Pasien Campak Bisa Tulari Hingga 18 Orang

Lonjakan kasus campak dapat menjadi indikator menurunnya kekebalan komunitas.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Orang-orang sedang menyeberang jalan. Campak merupakan penyakit yang sangat menular. Satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus ini kepada 12 hingga 18 orang rentan di sekitarnya. (ilustrasi)
Foto: Republika/Thoudy Badai
Orang-orang sedang menyeberang jalan. Campak merupakan penyakit yang sangat menular. Satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus ini kepada 12 hingga 18 orang rentan di sekitarnya. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan melaporkan hingga pekan ke-8 tahun 2026, terdapat 10.453 suspek campak dengan 8.372 kasus dan 6 kematian. Selain itu, ada 45 kejadian luar biasa (KLB) campak di 29 kabupaten/kota.

Menanggapi hal ini, dosen fakultas kedokteran IPB dr Aisyah Amanda Hanif mengatakan bahwa lonjakan kasus campak dapat menjadi indikator menurunnya kekebalan komunitas (herd immunity). "Peningkatan kasus campak sering kali menunjukkan bahwa imunitas populasi sedang menurun. Campak merupakan penyakit yang sangat menular. Satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus ini kepada 12 hingga 18 orang rentan di sekitarnya," kata dia dalam keterangan tertulis, dikutip pada Selasa (10/3/2026).

Baca Juga

Berdasarkan studi, sekitar 90 persen orang yang tidak memiliki kekebalan terhadap virus campak berpotensi tertular apabila terpapar. Karena itu, tingkat cakupan imunisasi sangat menentukan dalam mencegah penyebaran penyakit ini.

photo
Campak (ilustrasi). - (Dok. Freepik)

 

Menurut Aisyah, herd immunity akan tercapai apabila lebih dari 94 persen masyarakat telah memiliki kekebalan terhadap campak, baik melalui vaksinasi maupun infeksi sebelumnya. Sementara itu, target cakupan imunisasi campak yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan adalah minimal 95 persen.

"Jika cakupan imunisasi menurun, jumlah individu yang rentan akan meningkat. Ketika virus masuk ke komunitas dengan banyak orang yang belum memiliki kekebalan, wabah dapat terjadi dengan lebih mudah," jelas dia.

Dokter Aisyah mengatakan campak tidak dapat dianggap sebagai penyakit ringan atau sekadar ruam pada kulit. Virus campak menyebar melalui udara (airborne) dan umumnya masuk ke tubuh melalui saluran pernapasan.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement