Kamis 22 Jun 2023 16:09 WIB

Alasan Wanita Suka Panjangkan Huruf Ketika Kirim Chat

Pemanjangan kata dikenal dengan istilah word elongation.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Qommarria Rostanti
Seorang wanita mengirimkan chat. (ilustrasi). Ada beberapa alasan wanita memanjangkan huruf ketika mengirim chat.
Foto: www.freepik.com
Seorang wanita mengirimkan chat. (ilustrasi). Ada beberapa alasan wanita memanjangkan huruf ketika mengirim chat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anda mungkin memiliki teman wanita yang memanjangkan kata saat menulis pesan, misalnya, “Halooo” atau “Thaaanks!”. Pemanjangan kata dikenal sebagai word elongation.

Ucapan pendek bisa terlihat sunyi di layar kosong yang besar. Huruf tambahan mengisi kekosongan dan terdengar lebih ramah di kepala Anda.

Baca Juga

Seorang ahli bahasa Jen Doll dari Atlantik mengatakan, ketika orang berbicara, mereka menggunakan intonasi dalam berbagai cara yang bervariasi dan halus. “Ada banyak nuansa emosional yang bisa disampaikan yang tidak bisa Anda lakukan secara tertulis,” ujar Doll, dilansir laman The Cut, Rabu (21/6/2023).

Berikut ini adalah lima jenis pengulangan keystroke dan variasi bernuansa emosional di dalamnya. Pertama, pemanjangan kata mencerminkan kebaikan.

Pemanjangan kata mungkin karena diasosiasikan dengan wanita muda. Mungkin karena itu menyenangkan, jadi pemanjangan kata menghilangkan rasa marah.

Jadi, ketika meminta bantuan atau membuat permintaan, menambahkan huruf di dalam kalimat tampak memperlembut tujuannya. Contohnya, “Saya sangaaaat membutuhkan memo itu sebelum pukul 14.00, bisakah Anda melewatkan makan siang?”.

Subkategori dalam bahasa Inggris adalah permintaan maaf menggunakan huruf “O” (soooo sorry); memohon menggunakan “E” (pleeeease); interupsi enggan (tapiiii).

Kedua, pengulangan pasif-agresif. Kesopanan bisa beracun dalam takaran besar. Beberapa tambahan seperti dalam “thaaanks” adalah sopan, tetapi terlalu banyak dalam konteks yang salah menunjukkan sarkasme.

Pemanjangan kata yang kejam memanfaatkan prinsip ini, sering memasangkan pemanjangan kata pasif-agresif dengan pengulangan tanda baca yang membingungkan. Contohnya dalam bahasa Inggris, “You gave me hand sanitizer for Valentine’s Day? Thankss...”

Subkategori: penegasan sarkastik (riiiight); vokal yang memberikan arti yang berlawanan (sorryyy, well excuuuuse me). Ketiga, penguat iteratif.

Salah satu opsi untuk tampak berteriak di tulisan adalah dengan menggunakan caps lock. Pengulangan keystroke adalah hal lain. Contoh, dalam email, tulisan “Thaaanks!” menggantikan “Thanks so much”. Vokal ekstra menggantikan penguat seperti “very” atau “sangat”.

Sub kategori: buruk dengan penambahan huruf “O” (nooo); ketidakpercayaan hiperbolik (whaaat); sedih (waaahhh).

Keempat, mengisyaratkan kegembiraan. Misal bertepuk tangan, mengubah nama orang menjadi lagu (Stella Stella Bo Bella Banana Fanna Fo Fella), pengulangan keystroke memang menyenangkan. Tahan shift+1 dan lihat layar Anda terisi !!!!!!!!!!!!!!. Ini adalah kegembiraan berulang, kegembiraan dari berteriak, dan ketika Anda mendapatkan sesuatu. Contohnya, suara huruf hidup yang mengisyaratkan selebrasi (yayyyyy).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement