Sabtu 17 Jun 2023 21:41 WIB

Makanan yang Diyakini Bisa Bikin Panjang Umur, Murah dan Mudah Didapat

Asupan makanan amat berpengaruh bagi kondisi kesehatan seseorang.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Qommarria Rostanti
Kacang (ilustrasi). Ada beberapa makanan yang diyakini bisa membuat panjang umur, salah satunya kacang-kacangan.
Foto: Pixabay
Kacang (ilustrasi). Ada beberapa makanan yang diyakini bisa membuat panjang umur, salah satunya kacang-kacangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penuaan dan kematian merupakan hal yang tak dapat dihindari. Meski begitu, ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk memiliki hidup yang lebih panjang dan lebih sehat.

Menurut penelitian, usia bukan hanya soal genetika. Chief medical officer Modern Age, Anant Vinjamoori, mengatakan ada banyak faktor penentu kesehatan yang ada dalam kendali seseorang daripada yang selama ini disadari. Salah satunya adalah kebiasaan makan. Asupan makanan yang dikonsumsi amat berpengaruh.

Baca Juga

"Kuncinya adalah menghindari makanan olahan, yang sering kali tinggi lemak, gula, dan natrium tidak sehat dan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan," kata Vinjamoori, dikutip dari laman Eat This Not That, Sabtu (17/6/2023). Berikut tujuh makanan yang disebutnya dapat membantu memperpanjang harapan hidup:

1. Kacang-kacangan

Entah itu kacang almond, kacang tanah, hazelnut, pistachio, atau kombinasi beberapa di antaranya, semua sangat baik untuk kesehatan. Menurut sebuah studi, orang yang rutin makan kacang memiliki risiko kematian 39 persen lebih rendah akibat penyakit kardiovaskular.

"Kacang kaya akan lemak tak jenuh (bentuk lemak yang sehat), serat, antioksidan, serta vitamin dan mineral tertentu yang secara kolektif meningkatkan kesehatan jantung, membantu mengontrol berat badan, dan berpotensi membantu panjang umur," ujar Vinjamoori.

2. Kunyit

Kunyit mengandung kurkumin, senyawa bioaktif dengan sifat antiinflamasi dan antioksidan yang kuat. Peradangan kronis adalah faktor penting dalam banyak penyakit yang berkaitan dengan penuaan, dan efek antiperadangan kurkumin dapat membantu menguranginya.

Sebuah studi pada 2021 sudah membuktikan efek itu. Kurkumin juga dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah, menurut ulasan tahun 2022 di ‌Cells‌. Menggabungkan kunyit dengan lada hitam bisa membantu meningkatkan khasiatnya.

3. Minyak zaitun extra virgin

Minyak zaitun kaya antioksidan yang tinggi lemak sehat. Menurut studi, orang yang rutin mengonsumsi minyak zaitun memiliki risiko kematian akibat penyakit neurodegeneratif (seperti Alzheimer) 29 persen lebih rendah. Risiko penyakit jantungnya 19 persen lebih rendah, dan risiko kematian akibat kanker 17 persen lebih rendah.

4. Teh hijau

Vinjamoori menjabarkan, teh hijau kaya akan quercetin, flavonoid tanaman yang menunjukkan sifat antioksidan, antiinflamasi, dan antikanker. Senyawa itu juga meningkatkan kemampuan tubuh untuk memperbaiki DNA dan berpotensi memperlambat proses penuaan.

5. Bawang bombai

Bawang bombai juga sumber quercetin yang sangat baik. Berdasarkan hasil uji klinis acak tahun 2021 dalam Journal of Clinical Biochemistry and Nutrition, rutin makan bawang bombai bisa membantu meningkatkan fungsi kognitif.

6. Gandum utuh

Menghindari karbohidrat kompleks bukanlah kunci untuk hidup lebih lama. Faktanya, orang yang makan sekitar 2,4 ons biji-bijian (setara dengan sekitar 1,5 potong roti gandum) setiap hari memiliki risiko kematian dini lebih rendah, dibandingkan dengan kelompok yang makan lebih sedikit atau tidak makan biji-bijian utuh. Temuan itu termuat dalam sebuah studi tahun 2016 yang diterbitkan di Circulation.

7. Buah beri

Buah beri dikemas dengan jenis antioksidan yang disebut flavonoid, yang dikaitkan dengan umur yang lebih panjang. Studi British Journal of Nutrition yang meninjau data dari Nurses Health Study, telah mendalami tentang efek tersebut.

Dari tinjauan data faktor risiko penyakit kronis utama pada 93 ribu perempuan selama beberapa dekade, para peneliti menemukan hubungan erat antara mengonsumsi makanan kaya flavonoid dengan penurunan risiko kematian. Khususnya, blueberry, stroberi, teh, dan paprika.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement