Selasa 13 Jun 2023 17:48 WIB

Kaldu Rasa Jamur Ternyata Isinya Dominan Garam dan MSG, Ini Komentar Chef

Kaldu rasa jamur berbeda dengan kaldu jamur.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Reiny Dwinanda
Garam. Warganet menemukan kaldu rasa jamur populer isinya lebih banyak garam daripada jamur asli.
Foto: www.freepik.com
Garam. Warganet menemukan kaldu rasa jamur populer isinya lebih banyak garam daripada jamur asli.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejak akhir pekan lalu, warganet riuh membicarakan keaslian bumbu kaldu jamur. Sebagian besar baru mengetahui bahwa bahan yang tertera di urutan pertama kaldu rasa jamur terkenal adalah garam dan MSG, bukan jamur.

Chef sekaligus wirausahawan Eki Kramadibrata merespons hal tersebut. Menurut chef Eki, kandungan jamur di kaldu rasa jamur sudah dipastikan sedikit. Sebab namanya adalah kaldu rasa jamur, bukan kaldu jamur.

Baca Juga

Lebih lanjut, chef Eki menjelaskan kaldu jamur yang asli biasanya bahan jamurnya lebih mendominasi. Secara alamiah, jamur memang mengandung monosodium glutamat (MSG).  

"Jadi dia banyak mengandung inosinat dan guanilat. Biasanya itu dipadupadankan juga dengan MSG," ujar chef Eki kepada Republika.co.id, Selasa (13/6/2023).

 

Maka dari itu, harga kaldu jamur asli lebih mahal karena memang bahan jamurnya mendominasi. Tetapi kalau bicara tentang kaldu rasa jamur, chef Eki menuturkan, sebetulnya bahan dasarnya mungkin MSG, garam, dan sedikit kandungan kaldu jamurnya.

"Jadi itulah pentingnya konsumen juga diedukasi tentang nama. Jadi jangan ketipulah, ibaratnya kan beda halnya minuman susu dengan minuman rasa susu. Itu dua hal yang berbeda ya," katanya.

Chef Eki kemudian membagikan kiat memilih kaldu jamur. Kalau memang mengejar rasa gurih alami atau umami dari jamur, pastinya konsumen harus membaca label sebuah produk sebelum membeli. Namun, hal tersebut, chef Eki kembalikan lagi kepada konsumen.

"Sebetulnya stigma di masyarakat mungkin MSG itu dapat digantikan dengan kaldu jamur. Tapi sebetulnya kaldu jamur itu juga merupakan bahan yang menopang MSG dalam sebuah produk," ujar chef Eki.

Misalnya, dalam camilan keripik, 'ciki', atau kentang, chef Eki mengatakan bahwa biasanya bumbunya dipadupadankan. Jadi, baik MSG, inosinat, dan guanilat ada di makanan tersebut. Inosinat dan guanilat bisa didapatkan dari jamur, atau tomat, seafood, atau rumput laut.

"Kalau makanan western tuh biasanya ada jamur, dia secara alami memang sudah umami, gurih. Jadi kalau bicara tips memilih kaldu jamur ya silakan kalian di konsumen yang mana nih, membeli kaldu jamur asli atau yang kaldu hanya sekedar kaldu rasa jamur," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement