Kamis 27 Apr 2023 19:10 WIB

Pertolongan Pertama Kulit Terbakar Matahari

Jangan pakai es untuk menangani kulit yang terbakar matahari.

Warga beraktivitas saat cuaca terik di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (24/4/2023). Reaksi awal yang muncul saat kulit terbakar matahari adalah muncul kemerahan. Apabila tidak segera ditangani, kulit dapat melepuh sehingga menyebabkan infeksi yang lebih parah.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Warga beraktivitas saat cuaca terik di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (24/4/2023). Reaksi awal yang muncul saat kulit terbakar matahari adalah muncul kemerahan. Apabila tidak segera ditangani, kulit dapat melepuh sehingga menyebabkan infeksi yang lebih parah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketika cuaca panas ekstrem melanda, waspadai kulit terbakar matahari. Apa yang dilakukan jika mengalami sunburn?

"Apabila terjadi reaksi pada kulit yang terbakar matahari, perlu diperhatikan agar panas yang sudah masuk ke kulit tidak sampai menyebar lebih luas, yang utama bisa menggunakan air mengalir atau didinginkan pakai handuk," kata dokter spesialis kulit dan kelamin I Gusti Nyoman Darmaputra saat dihubungi di Jakarta, Kamis (27/4/2023).

Baca Juga

Darma mengatakan, reaksi awal yang muncul saat kulit terbakar matahari adalah muncul kemerahan. Apabila tidak segera ditangani, kulit dapat melepuh sehingga menyebabkan infeksi yang lebih parah.

"Jangan pakai es karena akan mengecilkan pembuluh darah, cukup meredam efek buruk dari panas, didinginkan, jangan sampai kulit lepuh karena akan berbekas," ujar pemilik klinik spesialis kulit dan kecantikan DNI Skin Center ini.

Darma juga memaparkan pentingnya penggunaan pelembap (moisturizer) yang bersifat oklusif (melapisi) pada kulit yang terbakar. Kulit akan sembuh lebih baik dengan dilembapkan.

"Penggunaan moisturizer yang sifatnya oklusif itu lebih baik, artinya air yang masuk tidak mudah menguap lagi," kata Darma.

Pelembap oklusif ini mencegah lapisan di atas permukaan kulit agar tidak kehilangan kandungan air (water loss) sehingga kulit tetap lembap. Darma menuturkan, moisturizer yang sifatnya oklusif ini bagus digunakan karena kandungannya berbasis minyak (oil based).

Darma menjelaskan ada dua tipe pelembap, yakni oklusif dan humektan. Pelembap humektan bersifat water based, sifatnya menarik air.

"Kalau pas kulit terbakar, sebaiknya oklusif, karena kalau menggunakan humektan, saat cuaca di luar kering, takutnya luka bisa semakin kering dan mengelupas," tutur dia.

Darma menjelaskan apabila luka tidak membaik dan semakin parah, maka sebaiknya dibawa ke dokter. Sebab, ketika kulit yang melepuh pecah, itu bisa menimbulkan infeksi.

"Kalau cuma ringan merah biasa, cukup menggunakan pelembap, kalau tidak membaik, perlu diberikan obat steroid dari dokter yang tidak bisa dibeli sendiri," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement