Jumat 21 Apr 2023 17:17 WIB

Tidur Pengaruhi Kemampuan untuk Turunkan Berat Badan, Apa Kaitannya?

Ada beberapa kesalahpahaman umum seputar tidur dan penurunan berat badan.

Rep: Desy Susilawati/ Red: Qommarria Rostanti
Tidur (ilustrasi). Tak banyak yang tahu bahwa tidur berpengaruh pada upaya penurunan berat badan.
Foto: www.freepik.com.
Tidur (ilustrasi). Tak banyak yang tahu bahwa tidur berpengaruh pada upaya penurunan berat badan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tidur merupakan faktor yang sangat penting dalam program penurunan berat badan. Sayangnya, aktivitas tidur terkadang diabaikan oleh beberapa orang.

Ada beberapa kesalahpahaman umum seputar tidur dan penurunan berat badan serta bagaimana keduanya bekerja sama untuk membantu Anda mencapai tujuan. Jadi, untuk membantu hal ini, para ahli tidur telah membuktikan dengan tepat bagaimana jumlah tidur yang tepat dapat membantu Anda menurunkan berat badan.

Baca Juga

Dilansir laman Daily Record pada Kamis (20/4/2023), spesialis dari Adjustable Beds mencari tahu apakah tidur lebih atau kurang adalah kunci untuk menurunkan berat badan. Keyakinan umum adalah bahwa bangun lebih awal dan kurang tidur membantu melangsingkan tubuh. Mitos ini didasarkan pada anggapan bahwa waktu tidur yang lebih sedikit pada pagi hari berhubungan dengan kehidupan yang lebih aktif yang membakar lebih banyak kalori secara keseluruhan. Namun, kurang tidur tidak hanya tidak membantu menurunkan berat badan, tetapi juga dapat menyebabkan efek sebaliknya.

Harvard Medical School menyatakan jumlah tidur seseorang memengaruhi hormon tertentu. Hormon-hormon ini termasuk leptin dan ghrelin yang memengaruhi nafsu makan individu karena mereka mengendalikan rasa lapar dan kenyang. Misalnya, leptin diproduksi di sel lemak dan memberi sinyal ke otak saat Anda kenyang, sedangkan ghrelin diproduksi di saluran cerna dan merangsang nafsu makan. 

 

Jadi saat Anda kurang tidur, kadar leptin menurun sehingga Anda tidak merasa kenyang setelah makan dan kemudian kadar ghrelin juga meningkat sehingga membuat Anda ingin makan lebih banyak. Sederhananya, semakin sedikit tidur yang Anda dapatkan berarti menambah berat badan, jadi ada baiknya memprioritaskan mata tertutup jika Anda ingin melihat hasil pada timbangan.

Mitos umum lainnya yang diteliti oleh para ahli adalah bahwa tidur siang adalah lambang kemalasan dan harus dihindari dengan cara apa pun. Namun, dalam budaya lain, seperti Spanyol, tidur siang biasanya merupakan kesempatan bagi pekerja di negara panas untuk mengalahkan panas dan istirahat tengah hari.

Penelitian yang dilakukan oleh American Heart Association menemukan bahwa tidur siang dapat memberikan banyak manfaat seperti meningkatkan perhatian, daya ingat, dan kinerja di tempat kerja. Meski diperingatkan, jangan sampai memasuki tahap tidur nyenyak dengan tidur siang terlalu lama atau terlalu siang karena dapat mengganggu pola tidur. Dianjurkan untuk tidur siang kurang dari 30 menit.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement