Kamis 23 Feb 2023 23:47 WIB

Didiagnosis Alzheimer Padahal Usia Masih 19 Tahun, Bukti Penyakit Ini tak Kenal Umur

Penyakit Alzheimer merupakan jenis demensia yang paling umum ditemukan di dunia.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Qommarria Rostanti
Pasien Alzheimer (ilustrasi). Pemuda 19 tahun di China didiagnosis mengidap Alzheimer. Hal ini membuktikan bahwa penyakit tersebut tidak mengenal usia.
Foto: Republika.co.id
Pasien Alzheimer (ilustrasi). Pemuda 19 tahun di China didiagnosis mengidap Alzheimer. Hal ini membuktikan bahwa penyakit tersebut tidak mengenal usia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang pemuda berusia 19 tahun belum lama ini terdiagnosis dengan penyakit Alzheimer. Diagnosis ini membuat pria asal China tersebut menjadi pasien termuda di dunia dengan masalah neurodegeneratif.

Menurut South China Morning, pria tersebut mengalami gejala penurunan daya ingat secara bertahap selama dua tahun ke belakang. Penurunan daya ingat ini sangat buruk, bahkan sampai membuat sang pria tak bisa mengingat apa yang telah terjadi dalam satu hari. Dia juga kesulitan untuk mengingat keberadaan barang-barang miliknya.

Baca Juga

Masalah penurunan daya ingat ini memaksa sang pria harus meninggalkan pendidikannya di bangku SMA lebih awal. Dia juga mengalami keterlambatan dalam kemampuan membaca dan bereaksi.

Kini, sang pemuda tengah dirawat di Xuanwu Hospital milik Capital Medical University, di Beijing, Cina. Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam Journal of Alzheimer's Disease, tim dokter mengungkapkan bahwa kondisi yang dialami oleh sang pemuda kemungkinan berupa penyakit Alzheimer yang muncul lebih awal.

"Ini merupakan kasus termuda yang pernah dilaporkan, yang memenuhi kriteria diagnostik untuk kemungkinan (penyakit Alzheimer) tanpa adanya mutasi genetik yang dikenali," ujar tim peneliti yang terdiri dari para dokter yang menangani sang pasien, seperti dilansir New York Post.

Diagnosis tersebut dinilai cukup mengejutkan. Alasannya, penyakit Alzheimer cenderung lebih umum ditemukan pada lansia. National Institutes of Health mengungkapkan bahwa gejala pertama penyakit Alzheimer umumnya muncul pada usia pertengahan 60-an tahun.

Beberapa kasus penyakit Alzheimer memang pernah ditemukan pada kelompok usia yang lebih muda. Namun, hampir semua kasus penyakit Alzheimer pada pasien berusia di bawah 30 tahun berkaitan dengan adanya mutasi genetik.

Sebelum kasus penyakit Alzheimer pada pemuda China ini ditemukan misalnya, usia pasien termuda yang pernah terdiagnosis dengan penyakit Alzheimer adalah 21 tahun. Pasien ini diketahui memiliki mutasi genetik bernama PSEN1 yang memicu terjadinya penumpukan protein abnormal dan plak beracun di otak.

Menurut para ahli, temuan kasus penyakit Alzheimer pada pemuda berusia 19 tahun tanpa mutasi genetik di Cina memberikan sudut pandang baru mengenai demensia. Temuan ini mengindikasikan bahwa penyakit Alzheimer mungkin saja mengenai orang dari berbagai kelompok usia.

"Temuan ini mungkin bisa memisahkan penyakit Alzheimer dari kompleksitas penuaan," ujar Editor in Chief untuk Journal of Alzheimer's Disease sekaligus profesor di University of Texas, George Perry.

Temuan ini juga diharapkan dapat mendorong munculnya beragam studi terkait penyakit Alzheimer pada orang berusia muda. Namun, studi seperti ini mungkin akan menghadapi tantangan yang cukup besar di bidang neurologi.

"Menyelidiki misteri mengenai orang-orang muda dengan penyakit Alzheimer mungkin akan menjadi salah satu pertanyaan ilmiah paling menantang di masa depan," ujar tim peneliti.

Penyakit Alzheimer merupakan jenis demensia yang paling umum ditemukan di dunia. Diperkirakan, sekitar 60-70 persen kasus demensia di dunia merupakan penyakit Alzheimer. Penyakit Alzheimer merupakan jenis demensia yang memengaruhi daya ingat, kemampuan berpikir, serta perilaku.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement