Kamis 16 Feb 2023 23:14 WIB

Agar Berat Badan Cepat Turun, Ini 5 Cara Jitu Mengurangi Gula Tambahan

Ahli kesehatan mengingatkan dampak buruk bagi tubuh akibat konsumsi gula tambahan.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Gula (ilustrasi). Ada beberapa cara untuk mengurangi gula tambahan agar berat badan Anda turun.
Foto: www.pixabay.com
Gula (ilustrasi). Ada beberapa cara untuk mengurangi gula tambahan agar berat badan Anda turun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berbagai dessert seperti donat hingga es krim aneka rasa yang dijual di toko sulit untuk dilewatkan. Namun para ahli telah mengingatkan dampak buruk bagi kesehatan tubuh akibat konsumsi gula tambahan.

Harvard Health Publishing lebih menyarankan Anda untuk mengonsumsi gula alami yang terkandung dalam buah-buahan daripada mengonsumsi dessert dengan gula tambahan. Gula jenis ini biasanya ditambahkan ke dalam makanan untuk meningkatkan cita rasa dan membuatnya bertahan lebih lama.

Baca Juga

Produsen makanan menyamarkan gula tambahan agar terdengar lebih sehat menjadi sirup, brown sugar, dekstrosa, glukosa, sukrosa, dan lain-lain. "Saya sangat yakin bahwa masalah nomor satu dalam hal kesehatan saat ini adalah terlalu banyaknya gula tambahan,” kata ahli gizi dari AS, Laura Burak.

Burak memberikan beberapa trik untuk mengurangi gula tambahan agar bisa menurunkan berat badan dan tentunya menjadi lebih sehat. Berikut uraiannya seperti dilansir dari Eat This Not That, Kamis (16/2/2023).

 

1. Ganti dengan makanan yang mengandung gula dan nutrisi alami

Burak menyarankan untuk memilih makanan yang mengandung gula dan nutrisi alami seperti buah, dibandingkan dengan makanan yang mengandung gula tambahan seperti biskuit, permen, dan es krim. Mengonsumsi makanan dengan gula alami tidak menjadi masalah. Menurut American Heart Association, apa pun yang mengandung buah atau susu di dalamnya akan memiliki setidaknya beberapa gula alami.

2. Gunakan alternatif yang lebih sehat

Jika ingin sedikit menambahkan perisa manis, Anda masih bisa melakukannya dengan cara yang sehat. Burak menyarankan untuk menambahkan bubuk kakao atau kayu manis ke dalam kopi misalnya.

Anda juga dapat menambahkan ekstrak vanila dan buah ke dalam smoothie. Selain itu, Anda juga menambahkan selai kacang favorit ke dalam kurma untuk camilan lezat.

3. Hindari minuman manis

Minuman manis sangat tinggi gula. Untuk itu, Burak menyarankan untuk menghentikan konsumsi soda, minuman berenergi, bahkan kopi atau jus yang dijual bebas di pasaran. Pasalnya menurut dia, minuman tersebut kerap mengandung gula tambahan.

Dia mengatakan, Anda akan terkejut melihat betapa banyak gula yang ditambahkan hanya dalam satu minuman. "Jadi mulailah dengan membatasi minuman manis di pasaran. Tetaplah mengonsumsi air putih, soda, serta teh dan kopi tanpa pemanis," ujarnya.

4. Perhatikan komposisi pada kemasan makanan atau minuman

Burak juga menekankan pentingnya membaca daftar komposisi pada kemasan makanan atau minuman, sebelum membelinya. Hal ini dinilai penting, karena sering kali komposisi tersebut ditulis dengan nama-nama yang terdengar sehat.

“Jadi berhati-hatilah dengan kata-kata licik yang sebenarnya itu berarti gula, dan pilihlah merek yang tidak mengandung gula tambahan atau mengandung gula yang rendah,” jelas Burak.

Menurut American Heart Association, beberapa nama tambahan yang berarti gula tambahan pada label makanan antara lain brown sugar, madu, raw sugar, molasses, sirup, konsentrat jus buah, corn sweetener, invert sugar, dan malt sugar.

5. Bandingkan kalori

Bayangkan 500 kalori donat beku, lalu bandingkan dengan 500 kalori makanan utuh yang penuh nutrisi seperti salad hijau yang baru dipotong dengan telur, alpukat, biji-bijian, dan minyak zaitun. Kedua cara mengonsumsi 500 kalori ini jelas tidak sama.

"Faktanya, tubuh Anda akan memproses keduanya secara berbeda," kata Burak.

Dia mengatakan, donat sebagian besar terdiri dari gula tambahan, lemak jenuh, dan tidak mengandung protein yang mengenyangkan dan menstabilkan darah. Karenanya, menyantap satu donat saja kalorinya sama dengan melahap tiga donat.

"Makanan ini tidak hanya akan meningkatkan gula darah Anda, tetapi juga tidak akan membuat Anda kenyang atau puas yang kemudian akan menyebabkan rasa lapar dan mengidam makanan,” kata dia.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement