Jumat 10 Feb 2023 10:12 WIB

Dokter: Laser Vagina Buang-Buang Uang, tak Ada Manfaatnya

Laser sama sekali tak bermanfaat untuk mengencangkan vagina.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Laser vagina dinilai tidak bermanfaat dan hanya buang-buang uang. (ilustrasi)
Foto: www.freepik.com
Laser vagina dinilai tidak bermanfaat dan hanya buang-buang uang. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perawatan menggunakan laser mungkin tampak seperti langkah futuristik di industri kecantikan. Namun untuk area vagina, laser tampaknya tidak berdampak apapun.

Meskipun banyak yang mengatakan laser vagina bisa mengencangkan vagina, meningkatkan fungsi seksual, dan mengatasi mengatasi inkontinensia, hanya ada sedikit bukti yang mendukung klaim ini. Dalam sebuah artikel baru yang diterbitkan di Canadian Medical Association Journal, dokter kandungan menegaskan bahwa laser sama sekali tak bermanfaat untuk peremajaan vagina.

Baca Juga

Operasi peremajaan vagina mencakup sejumlah prosedur terkait, tetapi secara umum mengacu pada upaya klinis untuk mengencangkan kulit di sekitar vagina atau mengencangkan lubang vagina. Peremajaan vagina telah tren beberapa tahun terakhir, dan diklaim bisa meningkatkan gairah seks perempuan paruh baya. Pada 2017 misalnya, bintang "Real Housewives of Orange County" Kelly Dodd dengan bangga mengumumkan bahwa ia telah menjalani prosedur ini, dan mengatakan prosedur ini telah mengubah hidupnya.

Perawatan laser non invasif dapat dimulai dengan harga mulai dari 700 dolar AS atau sekitar Rp 10 juta. Beberapa peremajaan vagina seperti labiaplasty untuk mengurangi ukuran labia minora dapat menelan biaya mulai dari 4.500 dolar AS hingga 10 ribu dolar AS.

 

Sekarang, beberapa prosedur digunakan untuk mengobati sindrom genitourinary menopause. Gejala sindrom ini meliputi vagina kering, hubungan seksual yang menyakitkan, dan sering ingin buang air kecil. Namun, para ahli memperingatkan bahwa prosedur ini bisa menjadi mubazir dan membuang-buang uang.

Meskipun prosedur tersebut tampaknya aman, rekan penulis makalah tersebut, Blayne Welk dan Erin Kelly, dokter dan anggota fakultas dari University of Alberta, mencatat bahwa tidak ada penelitian terkontrol yang dilakukan untuk menilai kemanjuran laser vagina untuk mengobati sindrom genitourinary. "Prosedur peremajaan vagina digunakan untuk pengobatan inkontinensia urine dan sindrom genitourinary, serta untuk indikasi yang kurang jelas (misalnya, pengencangan vagina untuk kepuasan seksual yang lebih baik), tanpa bukti yang baik bahwa hal itu membantu salah satu dari kondisi ini," kata para penulis studi seperti dilansir New York Post, Jumat (10/2/2023).

Erin Kelly juga menyayangkan, prosedur laser yang mahal dan tidak terbukti secara ilmiah telah banyak dipromosikan kepada wanita sebagai solusi yang layak. Hal ini tentu sangat merugikan perempuan.

Dia mengatakan, banyak wanita datang ke klinik setelah mendengar tentang prosedur laser vagina, pernah menjalani prosedur laser vagina, atau diberitahu bahwa mereka membutuhkan prosedur laser vagina. "Sayangnya prosedur ini dipromosikan kepada para wanita tanpa penelitian yang ketat," ujar Kelly.

Salah satu metode peremajaan terkemuka yang disebut vaginal laser ablation tidak disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA). Sementara itu, pedoman North American Menopause Society merekomendasikan produk yang dijual bebas untuk mengobati sindrom genitourinary menopauseseperti pelumas vagina atau suplementasi estrogen vagina.

Perawatan ini menggunakan laser untuk membuat goresan kecil pada dinding vagina, yang merangsang pertumbuhan pembuluh darah baru. Namun, ini hanya bersifat sementara dan akan membutuhkan sesi tahunan karena kurangnya estrogen selama menopause akan membuat otot mengalami atrofi lagi, yang berarti harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk perawatan lebih lanjut.

Dari penelitian terbatas yang tersedia, hasil yang tercatat telah menghasilkan bukti yang rendah dalam hal manfaat, dan risiko bias yang tinggi. Selain itu, FDA telah melaporkan bahwa luka bakar pada vagina, jaringan parut, nyeri saat berhubungan seksual, dan nyeri berulang/kronis diketahui dapat terjadi setelah perawatan tersebut.

Blayne Welk mengatakan bahwa ia ingin melihat informasi tentang perangkat medis yang disetujui, termasuk laser vagina, tersedia untuk publik Kanada dan seluruh dunia. "Health Canada memiliki basis data online tentang perangkat yang disetujui, tetapi tidak ada informasi seputar bukti yang diajukan selama proses persetujuan yang tersedia," kata dia.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement