Ahad 29 Jan 2023 10:09 WIB

Tubuh Tiba-tiba Membiru? Waspadai Penyakit Ini

Biasanya penderitanya akan semakin sesak kalau melakukan hal-hal tertentu.

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Natalia Endah Hapsari
Sakit jantung bawaan (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com.
Sakit jantung bawaan (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --- Jangan meremehkan bila ada bagian tubuh Anda tiba-tiba berwarna biru. Jika gejala ini sering terjadi, sudah saatnya memeriksakan diri ke dokter. Ini karena ada kemungkinan Anda mengalami penyakit jantung bawaan (PJB). Penyakit ini bisa membuat seluruh tubuh jadi berwarna biru.

"Kita harus tahu, kita harus kenali dan harus segera atasi (PJB) karena kalau tidak maka akan muncul efek samping. Kita harus tahu biru bertambah biru ini sebabnya apa yaitu PJB," ujar dokter spesialis jantung dari RSJPD Harapan Kita, Damba Dwisepto Aulia Sakti.

Baca Juga

Kendati demikian, ia mengakui banyak masyarakat awam tidak tahu adalah bahwa biru karena berasal dari jantung, padahal bukan hanya dari organ tubuh ini. Ia menyebutkan, biru di tubuh ini bisa juga dari penyakit paru atau orang normal tapi merasa kedinginan dan ini bisa dilihat ujung jarinya warnanya biru.

Namun, yang membedakan dan ini adalah biru akibat jantung atau paru maka mulut atau lidah atau mukosa di bagian mulut juga berwarna biru, jadi bukan hanya ujung jarinya saja tetapi bagian mulut dan mukosa. "Artinya birunya sentral, seluruh tubuhnya terlihat biru," katanya.

 

Ia menambahkan saat tubuh pasien PJB membiru dan masalahnya kompleks maka biasanya ada keterbatasan, bergerak sedikit saja sesak napas. Jadi, biasanya penderitanya akan semakin sesak kalau melakukan hal-hal tertentu. Meski ia mengakui ada juga tubuh penderita PJB yang tidak biru. Ia menjelaskan, biasanya keluhannya tidak kompleks sehingga biasanya tidak terasa buat dia dan bisa melakukan aktivitas.

Terkait pantangan makanan untuk pasien PJB, ia menegaskan tak ada yang dilarang. Jadi, penderita PJB makan apa saja. Sebab, ia melihat justru anak-anak PJB justru jadi susah makan dan jika mereka dibatasi makanannya maka tidak ada yang masuk dalam perutnya. "Jadi, tidak ada batasan dan boleh makan apa saja. Yang penting sehat dan bergizi, empat sehat lima sempurna," ujarnya. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement