Kamis 01 Sep 2022 05:15 WIB

Virus Ini Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2

Paparan virus tertentu juga bisa meningkatkan risiko terjadinya diabetes tipe 2.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda
Pemeriksaan kadar gula darah. Paparan virus tertentu juga bisa meningkatkan risiko terjadinya diabetes tipe 2.
Foto: Prayogi/Republika.
Pemeriksaan kadar gula darah. Paparan virus tertentu juga bisa meningkatkan risiko terjadinya diabetes tipe 2.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu faktor yang berkaitan erat dengan risiko diabetes tipe 2 adalah gaya hidup. Akan tetapi, paparan virus tertentu juga bisa meningkatkan risiko terjadinya diabetes tipe 2.

Sekitar 90 persen dari kasus diabetes yang terjadi di dunia adalah diabetes tipe 2. Berbeda dengan diabetes tipe 1 yang merupakan penyakit autoimun, diabetes tipe 2 terjadi karena tubuh tak memproduksi cukup insulin atau sel-sel tubuh tak bisa bereaksi terhadap insulin.

Baca Juga

Kaitan antara virus dan risiko diabetes tipe 2 diungkapkan dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Ludwig Maximilian University di Muenchen, Jerman. Penelitian ini melibatkan 1.200 orang dewasa dengan kadar gula darah yang sehat sebagai partisipan.

Selama penelitian berlangsung, para partisipan menjalani tes untuk mengetahui apakah mereka terpapar oleh delapan jenis virus herpes. Sebagian di antaranya adalah virus herpes yang menyebabkan cold sore, herpes genital, cacar air, herpes zoster, serta virus Epstein-Barr dan symptomless cytomegalovirus (CMV).

Tujuh tahun setelah tes dilakukan, sebanyak 364 partisipan mengalami pradiabetes. Pradiabetes adalah kondisi di mana kadar gula darah sudah lebih tinggi dari normal, namun belum cukup tinggi untuk dianggap sebagai diabetes tipe 2.

Hasil studi menunjukkan bahwa orang pernah terinfeksi dengan HSV2 memiliki risiko 59 persen lebih tinggi untuk mengalami diabetes atau pradiabetes dibandingkan orang yang tak pernah terinfeksi. HSV2 atau virus herpes simplex tipe 2 merupakan jenis virus yang menyebabkan herpes genital.

Tim peneliti juga menemukan bahwa orang yang terinfeksi dengan CMV memiliki risiko 33 persen lebih tinggi untuk mengalami diabetes atau prediabetes. Tapi, tim peneliti tak menemukan adanya hubungan antara diabetes tipe 2 dengan riwayat infeksi virus herpes yang menyebabkan herpes zoster.

"Saya yakin ini merupakan penelitian pertama yang berfokus pada bagaimana virus herpes bisa memicu prediabetes yang dapat mengarah ke diabetes tipe 2," jelas ketua tim peneliti Dr Tim Woelfle, seperti dilansir Express, Rabu (31/8/2022).

Dr Woelfle mengungkapkan bahwa infeksi virus herpes merupakan hal yang sebenarnya cukup umum terjadi. Akan tetapi, banyak orang yang tak menyadari bahwa mereka pernah terinfeksi virus tersebut.

"Meski pada dasarnya kejadian prediabetes dipengaruhi oleh usia, indeksi massa tubuh, kolesterol, dan gula darah puasa, HSV2 dan CMV menambah risiko tersebut," ujar Dr Woelfle.

Berdasarkan temuan terbaru ini, Dr Woelfle menilai perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi strategi pencegahan infeksi virus di tengah masyarakat. Upaya yang tak kalah penting adalah mengembangkan vaksin yang efektif untuk mencegah beragam virus herpes.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement