Kamis 07 Apr 2022 05:55 WIB

8 Gejala Long Covid yang Jarang Diketahui

Gejala long covid bisa muncul empat pekan setelah infeksi berlangsung.

Rep: Santi Sopia/ Red: Nora Azizah
Gejala long covid bisa muncul empat pekan setelah infeksi berlangsung.
Foto: www.freepik.com.
Gejala long covid bisa muncul empat pekan setelah infeksi berlangsung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masih banyak yang belum menyadari tentang sisa-sisa gejala pasca-infeksi Covid-19 atau lebih dikenal dengan istilah long Covid. Gejala long Covid bisa muncul secara acak lebih dari empat pekan setelah infeksi, terkadang berlangsung selama berbulan-bulan, menurut Centers for Disease Control (CDC).

Gejala long Covid, termasuk sesak napas, kelelahan, kabut otak, batuk, sakit dada atau perut, sakit kepala, dan banyak lagi. Tetapi sebenarnya masih ada beberapa gejala lain pasca-infeksi Sars-Cov-2 yang jarang diketahui.

Baca Juga

Berikut delapan gejala tambahan yang harus diwaspadai, menurut Dr Tae Chung MD, asisten profesor kedokteran fisik, rehabilitasi, dan neurologi, dan direktur Program Postural Orthostatic Tachycardia Syndrome (POTS) di Johns Hopkins Medicine, seperti dilansir dari laman Parade Magazine, Kamis (7/4/2022).

 

 

1. Merasa pusing saat berdiri

Dalam artikel Januari 2021 yang diterbitkan jurnal medis Clinical Medicine, para peneliti menemukan hubungan antara infeksi virus Covid-19 yang dikonfirmasi atau diduga dan sindrom intoleransi ortostatik. Kondisi ini ditandai dengan penurunan tekanan darah dan gejala seperti kelelahan, pusing, jantung berdebar, atau kesulitan bernapas terutama saat berpindah dari duduk atau berbaring ke berdiri. 

 

2. Kehilangan selera makan

Bukan rahasia lagi bahwa Covid-19 dapat memengaruhi indera penciuman, sehingga otomatis berdampak pada selera makan. Hampir 85 persen pasien melaporkan gejalanya sekitar waktu infeksi awal. Namun, 7,2 persen pasien terus mengalaminya 60 hari kemudian, menurut penelitian The Journal of Laryngology & Otology terhadap 138 yang terinfeksi pada 2019. 

 

3. Diare, sembelit, atau keduanya

Long Covid dapat ditandai dengan gejala pencernaan yang tidak biasa, menurut artikel Journal of Microbiology, Immunology and Infection 2020. Dr Chung menemukam banyak laporan tentang diare dan sembelit yang berselang-seling. Penelitian mengaitkannya dengan gangguan aliran darah ke sistem pencernaan, perubahan flora usus, atau peradangan.

 

4. Berkeringat

“Baik itu keringat berlebih atau kurang keringat, perubahan apa pun yang membuat sulit menyesuaikan diri dengan suhu baru bisa menjadi tanda Covid berkepanjangan,” kata Dr Chung. 

Sementara penelitian masih berlangsung, keringat abnormal dilaporkan oleh sekitar setengah dari pasien long Covid dan diduga disebabkan oleh disfungsi saraf, menurut sebuah studi tahun 2022 yang diterbitkan dalam Journal of Neurology.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement