Rabu 15 Dec 2021 16:38 WIB

Spinal Cord Injury, Cedera yang Buat Laura Anna Lumpuh

Selebgram Laura Anna menderita 'spinal cord injury' pascakecelakaan mobil.

Rep: Desy Susilawati/ Red: Nora Azizah
Selebgram Edelenyi Laura Anna.
Foto: Instagram @edlnlaura
Selebgram Edelenyi Laura Anna.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kabar duka datang dari selebgram Edelenyi Laura Anna atau yang akrab disapa Laura, yang meninggal hari ini, Rabu (15/12). Berpulangnya Laura cukup mengagetkan, dan hingga kini belum diketahui penyebabnya.

Sebelum meninggal, Laura diketahui mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan mobil. Dalam laman Instagram pribadinya, Laura pernah mengungkapkan bahwa dia mengalami spinal cord injury atau cedera tulang belakang. Namun, apa itu spinal cord injury?

Baca Juga

Dilansir dari laman Mayo Clinic, Rabu (15/12), spinal cord injury atau cedera tulang belakang merupakan kerusakan pada bagian dari sumsum tulang belakang atau saraf di ujung kanal tulang belakang (cauda equina). Hal ini sering menyebabkan perubahan permanen pada kekuatan, sensasi, dan fungsi tubuh lainnya di bawah lokasi cedera.

Ketika seseorang mengalami cedera tulang belakang maka akan memengaruhi setiap aspek kehidupan. Penderitanya akan merasakan efek dari cedera secara mental, emosional dan sosial

 

Cedera tulang belakang juga bisa menyebabkan kelumpuhan. Kelumpuhan bisa terjadi diberbagai organ tubuh, seperti tetraplegia atau yang juga dikenal sebagai quadriplegia. Apabila mengalami ini, berarti lengan, tangan, batang tubuh, kaki, dan organ panggul penderitanya akan terpengaruh.

Ada pula paraplegia, kelumpuhan yang mempengaruhi seluruh atau sebagian tubuh, hingga kaki dan organ panggul. Cedera tulang belakang dapat menyebabkan satu atau lebih dari tanda dan gejala, di antaranya kehilangan gerakan. Selain itu, bisa juga menyebabkan kehilangan atau perubahan kemampuan untuk merasakan panas, dingin, dan sentuhan.

Cedera ini juga menyebabkan kehilangan kontrol usus atau kandung kemih, aktivitas refleks yang berlebihan atau kejang, perubahan fungsi seksual, sensitivitas seksual dan kesuburan. Penderitanya juga bisa mengalami rasa sakit atau sensasi menyengat yang disebabkan oleh kerusakan pada serabut saraf di sumsum tulang belakang. Kesulitan bernapas, batuk atau mengeluarkan sekret dari paru-paru juga termasuk gejala cedera tulang belakang.

Tanda dan gejala darurat cedera tulang belakang setelah kecelakaan meliputi nyeri punggung yang ekstrem atau tekanan di leher, kepala, atau punggung, kelemahan, inkoordinasi, atau kelumpuhan di seluruh bagian tubuh. Selain itu, penderitanya juga mengalami mati rasa, kesemutan atau hilangnya rasa di tangan, jari tangan, kaki atau jari kaki juga harus diwaspadai.

Tanda gawat lainnya adalah kehilangan kontrol kandung kemih atau usus, kesulitan dengan keseimbangan dan berjalan, gangguan pernapasan setelah cedera, serta leher atau punggung yang posisinya aneh atau bengkok.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement