Rabu 24 Nov 2021 09:29 WIB

Kekhawatiran Terbesar Orang Tua Saat Anak Kembali ke Sekolah

Kekhawatiran terhadap kesehatan mental anak meningkat saat anak kembali ke sekolah.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Qommarria Rostanti
Kekhawatiran orang tua saat anak kembali ke sekolah (ilustrasi).
Foto: Republika
Kekhawatiran orang tua saat anak kembali ke sekolah (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak orang mungkin berpikir Covid-19 berpengaruh besar terhadap kesehatan mental anak pada masa pandemi. Akan tetapi, survei menunjukkan bahwa sekolah justru menjadi masalah terbesar yang memengaruhi kesehatan mental anak sepanjang 2021.

Hal ini diungkapkan oleh Parentkind melalui Parent Voice Report 2021. Laporan ini memuat bukti rinci baru mengenai pandangan orang tua terhadap kesehatan mental, sekolah, dan edukasi anak mereka.

Baca Juga

Kekhawatiran orang tua mengenai kesehatan mental anak sempat menurun pada masa lockdown dan penutupan sekolah tatap muka. Akan tetapi, kekhawatiran ini kembali meningkat seperti sebelum pandemi setelah anak mulai kembali ke sekolah.

Ada lima kekhawatiran terbesar orang tua yang dinilai dapat memengaruhi kesehatan mental anak. Lima kekhawatiran tersebut adalah stres terkait ujian sekolah (55 persen), gangguan kecemasan (54 persen), stres terkait PR dari sekolah (49 persen), perundungan (49 persen), dan tekanan yang membuat anak merasa harus selalu terlibat di media sosial (48 persen).

Masalah serupa bahkan ditemukan pada anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Menurut orang tua, 30 persen anak yang duduk di sekolah dasar mengalami stres akibat PR dari sekolah, 32 persen mengalami masalah kecemasan, dan 29 persen bergelut dengan perundungan.

"Parent Voice Report 2021 kami menunjukkan bahwa kesehatan mental dan kesejahteraan merupakan prioritas utama bagi hampir 90 persen orang tua. Kesehatan mental bagi orang tua adalah area yang sangat penting untuk difokuskan oleh sekolah dan kurikulum," ujar CEO Parentkind John Jolly, seperti dilansir di Banbury Guardian.

Pentingnya kesehatan mental anak telah semakin disadari belakangan ini. Pandemi Covid-19 semakin membuat banyak orang menyoroti hal ini. "Sayangnya, sekolah itu sendiri tampak sebagai kontributor besar terhadap buruknya kesehatan mental anak, dan ada kebutuhan mendesak untuk mengatasi ini," kata Jolly. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement