Kamis 18 Nov 2021 16:51 WIB

Prambanan Jazz Festival Gaet Maestro Tari Didik Nini Thowok

Ini merupakan kali kedua Prambanan Jazz Festival digelar secara virtual.

Rep: Santi Sopia/ Red: Qommarria Rostanti
Prambanan Jazz Festival mengajak maestro tari Didik Ninik Thowok (kanan) untuk tampil di Prambanan Jazz Festival (ilustrasi).
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Prambanan Jazz Festival mengajak maestro tari Didik Ninik Thowok (kanan) untuk tampil di Prambanan Jazz Festival (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perhelatan Prambanan Jazz Festival (PJF) akan digelar untuk ketujuh kalinya pada 19 dan 20 November 2021. Ini merupakan kali kedua PJF digelar secara virtual.

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi, mengatakan gelaran kembali menghadirkan musisi-musisi Tanah Air maupun internasional yang punya musikalitas bagus. Selain itu, ada penampilan unik yang disuguhkan dari maestro Didik Nini Thowok.

Baca Juga

“Kami pilih karena maestro dan spesial kami hadirkan secara khusus dalam hal tari gerakan yang sangat kontemporer dan konsepnya menyatu, akan kolaborasi atau apa nantinya pasti sangat menarik yang pasti bikin merinding juga sekelas Didik Thowok bisa diajak main,” kata Anas dalam konferensi pers, Kamis (18/11).

Anas mengatakan gelaran virtual kali ini masih beradaptasi dengan PPKM, sehingga dilakukan melalui live taping. Namun acara benar-benar dilakukan sesuai rundown sehingga dapat memberikan sensasi layaknya menyaksikan live music.

“Jadi sesuai dengan jamnya, tetap seperti lihat live, sore senja, malam semuanya dapat sesuai rundown, kalau malam pencahayaan luar biasa, kami masih ingin ini besar, tapi kami ikuti regulasi,” ujarnya.

Cukup merogoh Rp 15 ribu untuk dapat menyaksikan gelaran yang kerap ditunggu-tunggu penikmat musik tersebut. Anas juga menyebut sedang mencoba membangun ekosistem industri hiburan. Sebab, bagaimanapun industri ini cukup terdampak oleh pandemi Covid-19. 

Bisnis hiburan berkaitan dengan mengumpulkan kerumunan. Perlu strategi dibangun dan membuat keputusan tepat untuk tetap memgembangkan industri. 

“Kami kolaborasi dengan banyak pihak, sekarang bukan lagi zamannya kompetisi tapi kolaborasi,” kata dia.

Duo Manjakani, termasuk yang baru bergabung di PJF. Menurut Anas, grup tersebut sudah masuk dalam daftar seleksi sebelum Manjakani ternyata ikut mendaftar acara.

“Jadi mereka belum tahu, sudah kami masukkan ke daftar dari Kalimantan, jadi kami enggak harus grup besar yang penting musikalitas bagus,” kata dia.

Manjakani sendiri mengaku sangat antusias tampil di PJF. Mereka mempersiapkan diri dengan latihan yang lebih intensif.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement