Senin 22 Mar 2021 22:51 WIB

Gula Tambahan Bisa Gandakan Lemak di Hati

Studi temukan penggandaan gula di organ hati ini bisa berlanjut jangka panjang.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Nora Azizah
Studi temukan penggandaan gula di organ hati ini bisa berlanjut jangka panjang.
Foto: Needpix
Studi temukan penggandaan gula di organ hati ini bisa berlanjut jangka panjang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah studi baru yang dipimpin oleh para ilmuwan dari University of Zurich menemukan bahwa konsumsi fruktosa dan sukrosa dalam jumlah sedang bisa memperkuat produksi lemak di hati. Penelitian juga menunjukkan, perubahan yang disebabkan gula pada metabolisme lemak bisa berlanjut untuk jangka waktu yang lama.

Penelitian sebelumnya juga menemukan fruktosa bisa mengganggu kemampuan hati untuk membakar lemak secara efektif. Diet tinggi fruktosa diketahui merusak mitokondria dan mengubah hati yang harusnya membakar lemak justru jadi menyimpannya.

Baca Juga

Penelitian baru ini mengeksplorasi mengenai kelainan metabolisme yang sama ini dipicu oleh volume gula yang sedang dalam makanan. Sekitar 100 subjek muda yang sehat direkrut dan dibagi menjadi tiga kelompok, dan ditambah satu kelompok kontrol.

Setiap kelompok mengonsumsi satu minuman per hari dengan 80 gram fruktosa, glukosa, atau sukrosa. Sebagai referensi, kira-kira jumlah gula itu sama dengan dua kaleng minuman bersoda.

 

"Produksi lemak tubuh di hati, dua kali lebih tinggi pada kelompok fruktosa seperti pada kelompok glukosa atau kelompok kontrol, dan ini masih terjadi lebih dari 12 jam setelah makan terakhir atau konsumsi gula," kata pemimpin penelitian, Philipp Gerber, dilansir dari newatlas, Senin (22/3).

Hasil menunjukkan bahwa sukrosa memperkuat produksi lemak di hati ke tingkat yang sama dengan fruktosa. Penelitian sebelumnya menunjukkan, hanya fruktosa yang dianggap memiliki efek negatif pada metabolisme lemak hati.

Gerber mencatat temuan ini dan menunjukkan jumlah gula yang relatif kecil yang ditambahkan ke makanan, bisa memicu efek metabolik yang merugikan. Efek ini terlihat berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya.

"Ada 80 gram gula setiap hari, yang setara dengan sekitar 0,8 liter minuman ringan biasa, meningkatkan produksi lemak di hati, produksi lemak yang terlalu aktif berlanjut untuk jangka waktu yang lebih lama, bahkan jika tidak ada lagi gula yang dikonsumsi," kata Gerber.

Para peneliti akhirnya menyarankan temuan ini sebagai pengingat ampuh untuk membatasi gula tambahan dalam makanan sehari-hari seseorang. The American Heart Foundation saat ini merekomendasikan pria untuk mengonsumsi tidak lebih dari 37,5 gram gula tambahan per hari, dan wanita tidak lebih dari 25 gram.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement