Selasa 17 Mar 2026 14:57 WIB

Dituduh Pura-Pura Senang Saat Kalah di Oscar, Teyana Taylor Beri Jawaban Menohok

Kamera menangkap momen Teyana Taylor melompat dari kursinya dengan semangat.

Teyana Taylor tiba di karpet merah menjelang upacara penghargaan Academy Awards ke-98 di Dolby Theatre di kawasan Hollywood, Los Angeles, California, AS, 15 Maret 2026.
Foto: Dok. EPA/RYAN SUN
Teyana Taylor tiba di karpet merah menjelang upacara penghargaan Academy Awards ke-98 di Dolby Theatre di kawasan Hollywood, Los Angeles, California, AS, 15 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bintang film One Battle After Another, Teyana Taylor, viral di jagad maya setelah perhelatan Academy Awards ke-98 digelar pada Ahad (15/3/2026) waktu setempat. Ada dua insiden yang membuat itu terjadi yakni reaksi kekalahannya yang memicu perdebatan warganet, dan insiden kurang menyenangkan dengan petugas keamanan gedung.

Semuanya bermula ketika Zoe Saldaña membacakan pemenang untuk kategori Aktris Pendukung Terbaik. Saat nama Amy Madigan, bintang film Weapons, diumumkan sebagai pemenang, kamera menangkap momen Teyana Taylor yang berusia 35 tahun itu melompat dari kursinya dengan penuh semangat. Ia bersorak, bertepuk tangan kencang, dan tampak sangat tulus merayakan kemenangan rekan sejawatnya yang kini berusia 75 tahun tersebut. Namun, di dunia media sosial yang sering kali sinis, kebahagiaan jujur ini justru disalahartikan.

Baca Juga

Beberapa pengguna platform X menuduh reaksi Taylor adalah "akting" atau "kepura-puraan yang berlebihan". Salah satu pengguna bahkan menulis bahwa ada sesuatu yang "aneh" dan menuduh Taylor bertingkah liar di malam Oscar. Menanggapi nyinyiran tersebut, dia tidak tinggal diam. Dia memberikan jawaban menohok yang langsung membungkam para pengkritiknya.

photo
Amy Madigan berbicara setelah memenangkan Oscar untuk Aktris Pendukung Terbaik untuk film Weapons selama upacara Penghargaan Akademi ke-98 di Dolby Theatre di Los Angeles, California, AS, 15 Maret 2026. - (Dok. EPA/CHRIS TORRES)

 

“Dunia ini menyimpan begitu banyak penderitaan sehingga hati yang merana sering kali lupa seperti apa wajah kebahagiaan itu. Mereka terbiasa menjadi pecundang yang pahit, sehingga ketika melihat sportivitas yang nyata, hal itu membuat mereka gelisah! Seperti air suci yang menyentuh iblis,” tulisnya dikutip dari laman People pada Selasa (17/3/2026).

Taylor menyebut bertepuk tangan untuk kemenangan orang lain adalah sebuah keterampilan hidup yang tidak dimiliki semua orang. “Bertepuk tangan untuk kemenangan orang lain membutuhkan sesuatu yang tidak pernah dipelajari banyak orang. Bagaimana cara menang dengan anggun dan sukacita murni, serta bagaimana cara kalah dengan keanggunan, kepala tegak, dan martabat,” ujarnya.

Pembelaan ini didukung oleh banyak penggemar yang mengingatkan bahwa sportivitas ini bukan hal baru bagi Taylor. Saat Golden Globes pada Januari lalu, Amy Madigan sendiri termasuk orang yang paling antusias bersorak ketika Taylor memenangkan penghargaan. Ini adalah bentuk rasa hormat timbal balik yang indah di antara para seniman, meski warganet mencoba mengotori momen tersebut.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement