Ahad 13 Sep 2020 15:55 WIB

Begini Cara Mengatasi Ruam Kemerahan yang Membandel

Aplikasikan pelembap secara rutin dan minum air putih yang cukup.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Qommarria Rostanti
Ruam (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com
Ruam (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Ruam kemerahan pada kulit merupakan salah satu masalah kulit yang cukup umum terjadi. Sebagian orang yang mengalami masalah ini kerap tak menyadari apa yang menjadi pemicu munculnya ruam kemerahan pada kulit mereka.

Ahli dermatologi dr Sirisha Singh mengatakan satu hal terpenting untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengenali penyebabnya. Menurut dr Singh, penyebab tersering yang memicu munculnya ruam kemerahan pada kulit adalah infeksi, alergi, atau reaksi iritan.

Infeksi yang menyebabkan kulit kemerahan biasanya disebabkan oleh jamur atau bakteri. Dalam kasus yang jarang, virus juga dapat menyebabkan masalah kemerahan pada kulit.

Masalah infeksi cenderung mudah untuk dikenali dan ditangani. Selain itu, masalah kemerahan pada kulit akibat infeksi juga dapat disembuhkan secara menyeluruh setelah diobati. Pada sebagian besar orang, kemungkinan berulangnya kejadian kulit kemerahan akibat infeksi relatif kecil.

 

Sebaliknya, ruam kemerahan yang muncul akibat alergi pada kulit cenderung akan terjadi secara berulang. Oleh karena itu, diperlukan manajemen terapi dalam jangka panjang.

Kulit kemerahan akibat alergi tampak mirip meski penyebab alerginya berbeda-beda. Oleh karena itu, cukup sulit untuk bisa mengetahui alergen atau pemicu alergi hanya dengan melihat kondisi kulit.

Terlepas dari itu, dr Singh mengungkapkan ada delapan prinsip utama dalam menjaga kesehatan kulit dan meminimalisasi kemungkinan terjadinya masalah ruam kemerahan pada kulit ini. Berikut ini adalah kedelapan prinsip tersebut, seperti dilansir di Times of India, Ahad (13/9):

1. Jaga kelembapan dan hidrasi kulit dengan baik. Aplikasikan pelembap secara rutin dan minum air putih yang cukup agar kulit tetap terhidrasi. Gunakan pula pembersih yang lembut dan memiliki pH seimbang untuk menghindari iritasi kulit.

2. Hindari bahan-bahan fleece, wol, atau bahan-bahan kain sintetis lain yang dapat menjadi iritan bagi kulit.

3. Sebagian orang memiliki alergi terhadap protein dander hewan. Orang dengan alergi seperti ini perlu menghindari kontak dengan hewan peliharaan seperti anjing atau kucing.

4. Pilih berdiam di ruangan dengan suhu yang sejuk dan sirkulasi udara yang baik untuk meminimalisasi gatal pada kulit.

5. Coba mengenali alergen sendiri dan usahakan untuk menghindari alergen tersebut dalam keseharian. Alergi makanan dapat menyebabkan tipe alergi spesifik bernama urtikaria atau biduran. Kondisi tersebut dapat berlangsung lama dan menyebabkan rasa tidak nyaman.

6. Penggunaan obat antialergi juga bisa sangat membantu ketika ruam kemerahan akibat alergi muncul. Akan tetapi, konsultasikan diri terlebih dahulu ke dokter kulit agar mendapatkan saran pengobatan yang tepat.

7. Salep atau tablet steroid juga bisa dibutuhkan dalam beberapa kasus kulit kemerahan. Seperti halnya obat antialergi, penggunaan salep atau tablet steroid juga harus dilakukan di bawah pengawasan dokter.

8. Beberapa masalah iritasi pada kulit disebabkan oleh masalah kesehatan di dalam tubuh. Dalam hal ini, masalah kesehatan yang menjadi pemicunya harus ditangani sesuai kaidah medis yang berlaku.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement