Kamis 19 Sep 2019 03:41 WIB

Produser Susi Susanti Love All Ungkap Alasan Ganti Nama Susy

Produser Daniel Mananta mengungkapkan alasan Susy Susanti menjadi Susi Susanti.

Aktris, Laura Basuki (Kiri) dan Atlet Bulutangkis Legendaris, Susi Susanti (Kanan)
Foto: Republika TV/Muhamad Rifani Wibisono
Aktris, Laura Basuki (Kiri) dan Atlet Bulutangkis Legendaris, Susi Susanti (Kanan)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Produser Susi Susanti - Love All Daniel Mananta mengungkap alasan mengganti nama atlet bulu tangkis Indonesia Susy Susanti menjadi Susi untuk film tersebut.

Daniel mengatakan bahwa dari awal pihaknya sudah mengetahui bahwa nama peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu ditulis menggunakan huruf "y" yakni Susy.

"Sebenarnya ada cerita lucu di balik itu, pada awal banget Susy Susanti pas pertama kali bahkan sebelum ke PB Jaya Raya, beliau ketuker sama satu pemain lagi namanya Susi Lubis. Pas lagi main di situ, Susy Susanti malah dibilang Susi Lubis. Akhirnya masuk, enggak tahunya salah orang," jelas Daniel dalam peluncuran trailer film Susi Susanti - Love All di Jakarta, Rabu.

"Susi yang itu (Susi Lubis) pakai 'i' dan sampai hari ini Susy Susanti nama panggungnya pakai "i". Gara-gara itu justru masuk ke PB Jaya Raya, soalnya Susi Lubis telat datangnya. Akhirnya Susy Susanti yang main. Saya enggak tahu akhirnya Susi Lubis ke mana," lanjutnya.

Hal tersebut pun dibenarkan oleh Susy. Dia akhirnya setuju namanya diganti menjadi Susi dalam film itu.

"Tapi memang seringkali dari wartawan dan teman-teman kalau memanggil Susy susah katanya, jadi kalau Susi lebih enak pakai 'i'. Dari awal juga sama Daniel saya sudah complaint, nama saya pakai 'y'. Tapi orang masih mempertanyakan 'i' atau 'y', ya udah 'i' aja lebih gampang untuk diucapkan di Indonesia," kata Susy yang turut hadir dalam peluncuran trailer Susi Susanti - Love All.

Reza Hidayat yang juga bertindak sebagai produser, mengatakan sudah melakukan beberapa riset bahwa di federasi bulu tangkis internasional.

"Yang tercatat di federasi bulu tangkis terutama di Museum Olimpiade pakai 'i'. Film bulu tangkis memang belum pernah ada karena legendanya ada di sini, Indonesia. Kita berharap film ini bisa ke internasional makanya kita minta izin," ujar Reza.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement