Rabu 04 Sep 2019 14:00 WIB

Ariana Grande Gugat Forever 21

Ariana Grande menuntut ganti rugi sebesar 10 juta dolar AS dari Forever 21.

Rep: Puti Almas/ Red: Reiny Dwinanda
Ariana Grande
Foto: AP
Ariana Grande

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES — Penyanyi asal Amerika Serikat (AS) Ariana Grande mengajukan gugatan terhadap perusahaan ritel fesyen Forever 21. Ia menuntut kerugian sebesar 10 juta dolar AS atas iklan yang diklaim telah menggunakan kemiripannya dan sejumlah hal yang berkaitan dengan perempuan berusia 26 tahun itu.

Gugatan tersebut diajukan pada Senin (2/9) lalu di Kalifornia. Grande mengkliam bahwa Forever 21 telah mencuri namanya, kemiripan, serta hal-hal terkait kekayaan intelektual miliknya untuk tujuan mempromosikan merek serta produk perusahaan itu secara gratis.

Baca Juga

Menurut informasi yang ada dalam gugatan, pelantun lagu "God is a Woman" itu sempat didekati untuk berpartisipasi dalam kampanye iklan perusahaan ritel fesyen tersebut pada awal tahun ini. Namun, Grande menolak karena kesepakatan mengenai kompensasi tidak tercapai.

Grande dalam gugatannya menuduh Forever 21 dan merek produk kecantikan dari perusahaan itu, Riley Rose, menerbitkan setidaknya 30 gambar dan video yang tidak sah dengan menyalahgunakan nama, gambar, rupa, dan musik miliknya. Hal ini diyakini dilakukan untuk menciptakan persepsi yang salah bahwa ia menjadi bagian dari kampanye promosi perusahaan itu.

Gugatan itu juga mengklaim Forever 21 menyewa model yang mirip dengan Grande. Tak hanya itu, model tersebut juga mengenakan pakaian dan aksesori yang hampir sama dengan yang digunakan olehnya dalam salah satu video klip lagu, demi meningkatkan penjualan.

Tak hanya itu, gugatan juga menyertakan sejumlah foto dari tangkapan layar yang diunggah di akun media sosial Forever 21 sebagai bukti serta beberapa foto model yang mirip lengkap dengan gaya rambut ekor kuda, pakaian, serta aksesori yang identik dengan gaya khas Grande dalam video musik 7 Rings.

Namun, unggahan itu telah dihapus dari akun media sosial perusahaan. Gugatan dari Grande juga datang setelah adanya laporan Bloomberg pada pekan lalu yang menyatakan bahwa Forever 21 hampir mengajukan pengajuan perlindungan kebangkrutan.

Menurut laporan yang ada, Forever 21 telah menyewa tim penasihat untuk membantu merestrukturisasi utangnya dan telah dalam pembicaraan untuk pembiayaan tambahan. Namun, negosiasi dengan calon pemberi pinjaman untuk perusahaan ritel fesyen tersebut terhenti.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement