Kamis 11 Jan 2018 20:04 WIB

Ratusan Fan Elvis Presley Berpesta di Negeri Kanguru

Elvis Presley
Foto: AP
Elvis Presley

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Ratusan orang menggunakan rambut palsu dan bergoyang seperti Elvis Presley. Para penggemar mendiang Raja "Rock and Roll" itu menaiki kereta api dari Sydney menuju pesta Elvis tahunan Australia pada Kamis.

Tembang "I Was The One" terdengar di sepanjang peron terminal kereta api Sydney Central saat penumpang berbaju terusan, berambut jambul dan membawa gitar menaiki "Elvis Express" dan "Blue Suede Express" menuju kota Parkes, sekitar 357 kilometer arah barat.

"Elvis dekat dengan hati saya karena kami dibesarkan dengan Elvis di India," kata Alfred Vaz, yang mengenakan baju terusan biru mencolok dan juga memiliki nama panggung "Elvis Bollywood", atau Raja, di samping lokomotif.

"Sejak bocah sangat kecil, kami selalu berjoget dan mencoba menyanyikan lagu Elvis, seperti, 'One for the Money, Two for the Show'," katanya, membawakan tafsir lirik lagu "Blue Suede Shoes".

Selama perjalanan kereta enam jam melewati pegunungan dan melalui ladang gandum serta padang rumput, seniman yang memberikan penampilan penghormatan kepada Elvis akan menghibur penumpang. Festival yang diadakan pada tahun ke-26 tersebut, diperkirakan dapat menarik sekitar 25.000 orang ke Parkes, lebih dari dua kali lipat jumlah penduduknya selama durasi acara empat hari tersebut.

Fokus tahun ini adalah merayakan 50 tahun sejak penampilan kembali secara khusus Presley pada 1968, sebuah pertunjukan intim dan dibawakan secara akustik, yang dikaitkan dengan usaha menghidupkan kembali karir rekamannya yang lesu.

Pasar jalanan, kontes kemiripan, parade, pertunjukan mobil, pertunjukan benda-benda peninggalan Presley dan pertunjukan penghormatan telah direncanakan dalam festival tersebut.

"Ini adalah suatu keharusan bagi semua penggemar Elvis,"ujar seorang peniru Elvis, Kingsley Rock, yang dalam laman webnya menjanjikan penampilannya. "Hanya satu pesta besar dan semua orang di sana mencintai Elvis, mengapa Anda tidak kembali tahun demi tahun?" katanya.

sumber : Antara/Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement