Senin 23 Oct 2017 10:31 WIB

Munasprok, Satu-satunya Museum Digital di Jakarta

Rep: MGROL 99/ Red: Indira Rezkisari
Salah satu pameran di Museum Perumusan Naskah Proklamasi.
Foto: MGROL 99
Salah satu pameran di Museum Perumusan Naskah Proklamasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mengunjungi museum mungkin dinilai sebagai wisatanya orang tua. Bagi para anak muda atau anak milennial masa kini, berwisata ke museum akan dinilai ketinggalan zaman. Tapi cobalah untuk pergi ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi (Munasprok). Pengunjung bisa menemukan sensasi modern di sana.

Dari jumlah sekitar 60 museum yang ada di Jakarta, Munasprok adalah satu-satunya museum yang punya pengalaman berbeda untuk para pengunjungnya. Di tengah perkembangan zaman, museum ini juga tidak mau kalah dengan modernisasi. Gedung yang resmi menjadi museum sejak 24 November 1992 ini bisa disebut sebagai museum digital.

Segala informasi mulai dari sejarah bangunan museum, proses perumusan proklamasi hingga tokoh yang berperan dalam perumusan naskah kemesdekaan Indonesia bisa didapat dengan mudah dan modern dari smartphone.

SIJI adalah aplikasi mobile yang diberdayakan untuk memudahkan pengunjung mendapatkan pengetahuan yang ada di museum ini.  Edukator museum, Ari Suryanto, menjelaskan aplikasi ini digunakan untuk memberdayakan museum-museum. Menurutnya, museum tidak hanya untuk didatangi kemudian berfoto, tapi di sini bisa belajar sejarah, terlebih terkait perumusan naskah proklamasi kemerdekaan negara.

“Sudah ada sejak tahun 2015, kemudian disempurnakan pada tahun 2016 hingga sekarang aplikasi SIJI ini bisa digunakan pada hampir semua panel yang ada di museum ini, di lantai satu ada sekitar 10 panel, untuk lantai dua ada 15-20 panel bertanda SIJI,” ungkapnya kepada Republika.co.id

Awalnya, ada tiga museum di Jakarta yang mengguakan aplikasi SIJI ini, yakni Museum Sumpah Pemuda, Museum Kebangkitan Nasional, dan Munasprok. Tapi sekarang, hanya Munasprok saja yang masih menggunakan aplikasi ini.

“Tentu aplikasi ini sangat membantu untuk pengunjung atau juga bagi edukator museum, pasalnya kemampuan dan jumlah edukator di sini terbatas. Jadi pengunjung bisa mencari tahu informasi lebih mendalah lalui aplikasi SIJI ini,” katanya.

Uniknya, aplikasi ini bisa mengubah gambar atau panel yang diam dan hanya bisa dilihat, menjadi bergerak dan bisa ditonton layaknya video. Aplikasi ini disediakan untuk semua pengunjung, khususnya yang disabilitas untuk dapat memaksimalkan informasi terkait perumusan naskah proklamasi.

Cara kerjanya sederhana saja, Anda bisa mengunduh aplikasi SIJI di Play Store, Kemudian pindai gambar atau panel bertanda SIJI lalu gambar tersebut akan bergerak di tampilan ponsel Anda. Pindai gambarnya, lalu temukan keajaibannya, mungkin itu yang bisa digambarkan dari aplikasi ini.

“Aplikasi ini baru bisa diunduh di Play Store saja, tapi Insya Allah tahun 2018 akan bisa diunduh di App Store,” ujar Ari.

Sekarang, Anda bisa menikmati koleksi museum dengan cara modern. Tertarik untuk ke sana? Museum ini terletak Jalan Imam Bonjol nomor 1 Jakarta Pusat. Tiket masuk museum yang buka dari Selasa hingga Ahad (pukul 08.00-16.00 WIB) ini  pastinya tidak akan membuat hawatir. Cukup membayar Rp 2 ribu untuk orang dewasa, dan Rp 1.000 untuk anak anak, pengunjung bisa menikmati semua koleksi museum.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement