Kamis 23 Mar 2017 11:33 WIB

L.Tru Hadirkan Koleksi Terbatas di Setiap Produknya

Rep: Gita Amanda/ Red: Indira Rezkisari
Busana koleksi L.Tru.
Foto: Instagram L.Tru
Busana koleksi L.Tru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Merek busana Muslim L.Tru hadir meramaikan industri pakaian Muslimah. L.Tru mengklaim memproduksi terbatas setiap produk koleksinya.

Head of Marketing Communication L.Tru Amelia Lestari mengatakan, L.Tru merupakan label baru yang berada di bawah PT. Truwear Asa Link. Label ini menggantikan label sebelumnya yang telah memiliki nama di industri busana Muslim, yakni Up2Date.

Hadir dengan napas baru, L.Tru menurut Amelia menghadirkan warna yang lebih bervariatif dibandingkan Up2Date terdahulu yang kerap hadir dengan warna-warna dusty yang kalem. Berangkat dari permintaan konsumen, L.Tru kini menghadirkan warna-warna yang lebih cerah dalam koleksinya.

Dari sejak di luncurkan pada 2016 lalu hingga saat ini, sejumlah koleksi telah dikeluarkan L.Tru. Amelia mengatakan L.Tru memang berkomitmen mengeluarkan desain baru setiap dua pekan. Namun yang menjadikannya berbeda, setiap produk baru hanya diproduksi terbatas.

"Setiap produk hanya kita produski 100 buah. Ini supaya konsumen puas bahwa barang yang mereka miliki limited collection, karena mereka nggak mau juga kan terlalu banyak yang menyamai baju mereka," ujar Amelia saat berkunjung ke kantor Republika, Rabu (22/3).

Koleksi-koleksi L.Tru tersebut kemudian didistribusikan ke 20 gerai mereka di seluruh Indonesia. Antara lain, Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Solo, Makasar, Riau, Samarinda, hingga Palembang.

Selain memproduksi secara terbatas, L.Tru juga sangat fokus dalam melahirkan produk-produk yang mudah dipakai. L.Tru mengedepankan unsur solutif dalam karyanya, yaitu kemampuan mengatasi permasalahan gaya. Pemilihan material dan potongan pakaian menjadi perhatian utama L.Tru.

Selain itu L.Tru juga mengedepankan garis rancangan long and lean. Yakni desain yang tertutup, sopan, dan sesuai kaidah.

"Kita mendukung gaya setiap perempuan Muslim, tapi tak keluar dari identitas diri mereka," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement