Rabu 05 Aug 2015 07:03 WIB

Kopi Dingin Semarakkan Musim Panas AS

Es kopi hitam (ILustrasi)
Foto: Google
Es kopi hitam (ILustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Kedai kopi di Amerika Serikat umumnya mendingin seiring memanasnya cuaca. Tetapi, tren baru kopi dingin, cold brew, membawa penyegaran ke pola minum kopi di musim panas.

Kopi dingin lebih banyak menggunakan biji kopi dari pada es kopi tradisional dan diperkirakan dapat meningkatkan permintaan biji kopi di AS, sebagian untuk mengimbangi efesiensi kopi sekali seduh yang dipopulerkan oleh Keurig Green Mountain.

Peet's Coffee & Tea, salah satu gerai kopi terbesar yang memiliki 400 kedai, mengganti es kopi tradisional dengan cold brew sejak Juni dan penjualannya melebihi es kopi sebesar 70 persen.

"Kami main seluruhnya di kopi dingin," kata Manajer Umum Peet's Tyler Ricks, sambil menambahkan poduk baru lebih lembu, segar dan tidak ada rasa "keras dan pahit" seperti di es kopi.

 

Peet's, yang melaporkan total pendapatan tahun lalu 540 juta dolar, fokus pada kopi dingin untuk memperlambat penurunan musiman pada penjualan kopi, yang diklaim penjual lain antara 15 dan 20 persen. Kedai lain juga turut menyediakan cold brew, termasuk Starbucks yang menyediakan kopi dingin di 2.800 tokonya.

Hector Mai, manajer kafetaria Guy & Gallard di tengah kota Manhattan, menyediakan kopi dingin sejak musim panas ini dan menilai penjualan es kopi menurun.

"Suatu hari nanti, tidak ada lagi es kopi," kata Mai.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement