Kamis 02 Jul 2015 14:38 WIB

Yakin Aman dari MERS, Korsel Terapkan Asuransi untuk Wisman

Rep: C37/ Red: Winda Destiana Putri
Pulau Jeju di Korea Selatan
Foto: Dramafever
Pulau Jeju di Korea Selatan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Budaya, Olahraga, dan Wisata Korea dan Asosiasi Agen Perjalanan Korea (Korea Association of Travel Agents) telah memulai program asuransi untuk menghilangkan kekhawatiran tentang keamanan pariwisata Korea Selatan bagi wisatawan asing akibat MERS.

Periode pelaksanaan program asuransi ini adalah selama tiga (3) bulan, yakni dari tanggal 22 Juni – 21 September dengan target wisatawan asing yang mengunjungi Korea. Ciri khusus asuransi ini adalah wisatawan asing tidak perlu melakukan langkah khusus dan langsung terdaftar ke dalam program asuransi secara otomatis ketika masuk ke Korsel.

Jika wisatawan asing positif terkena MERS dalam dua puluh (20) hari setelah kedatangannya ke Korea, maka wisatawan tersebut berhak mendapat kompensasi pengobatan sebesar lima (5) juta won (biaya pengobatan + biaya perjalanan + biaya kompensasi). Jika wisatawan tersebut meninggal dalam dua puluh (20) hari setelah dinyatakan positif MERS, maka wisatawan tersebut akan mendapat kompensasi sebesar seratus (100) juta won.

Program ini tidak berlaku untuk pemilik visa dengan waktu tinggal jangka panjang dan lama, penduduk tetap, serta kru (penerbangan dan pelayaran). 

Peluncuran program asuransi ini bukan ditujukan agar wisatawan asing tenang karena Korsel akan memberi kompensasi finansial jika wisatawan tersebut terinfeksi MERS saat mengunjungi Korsel. Tujuan peluncuran program ini adalah untuk menunjukkan bahwa pariwisata Korsel masih aman, sehingga program ini sampai diberlakukan.

"Sebanyak 1,090 ribu wisatawan asing, yang berkunjung ke Korea selama sebulan terakhir ketika kasus MERS merebak, aman dari infeksi MERS," kata Oh Hyonjae, Direktur Korea Tourism Organization Jakarta Office (KTO Jakarta) di Kedubes Korea pada Rabu malam (1/7).

Selain itu, badan kesehatan dunia, WHO sudah mengeluarkan pernyataan bahwa Korsel sudah berhasil mengatasi penyebaran virus MERS, sehingga Korsel aman untuk dikunjungi. Oleh karena itu, diyakini bahwa tidak akan ada wisatawan asing yang menggunakan asuransi ini.

Pemerintah Korsel berharap, peluncuran program asuransi kali ini dapat meyakinkan agen perjalanan dan para wisatawan bahwa pariwisata Korsel aman dari MERS.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement