Kamis 18 Jun 2015 13:06 WIB

11 Rahasia Sukses Novel “Ayat-Ayat Cinta”, Unsur Jenaka yang Menghibur (bagian 2-habis)

Habiburrahman El-Shirazy
Foto: Dokumentasi Pribadi
Habiburrahman El-Shirazy

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setidaknya ada 11 rahasia mengapa novel “Ayat-Ayat Cinta” (AAC)  yang ditulis oleh Habiburrahman El-Shirazy dan diterbitkan oleh Republika Penerbit  sejak lebih 10 tahun silam menjadi salah satu buku terlaris. Pertama, orisinalitas. Kedua, detil yang menggoda. Ketiga, konflik yang kuat.

Kunci sukses keempat novel AAC  adalah unsur jenaka atau humor. Contohnya, Fahri betul-betul anak ‘ndeso (meminjam istilah komedian Tukul Arwana). Dia tidak bisa menyetir mobil, sehingga ketika baru membeli mobil kemudian keliling Cairo, maka yang menyetir mobil adalah istrinya (Aisha).

‘’Atas bantuan Yousef, kami berhasil membeli Nissan Terrano hitam metalik yang masih baru dengan harga miring…. Hari itu juga kami berdua berjalan-jalan  mengelilingi kota Cairo. Tentu saja aku tidak bisa menyetir. Yang menyetir Aisha. Ia juga punya SIM Internasional. Aku jadi guide-nya.’’ (hlm 285)  Aisha yang menyetir mobil ketika mereka berlibur sambil berkarya ke Alexandria.

Fahri  pun belum pernah menginap di hotel berbintang, sehingga ketika malam pertama menginap di Hotel Stefano itulah ia pertama kali menginap di hotel berbintang.‘’Itulah untuk pertama kalinya aku menginap di hotel berbintang. Sudah empat kali aku ke Alexandria dan tidak pernah menginap di hotel.’’ (hlm 294)

Keterkejutan Fahri saat mengetahui istrinya memiliki ATM yang berisi uang jutaan  dolar AS. ‘’Suamiku, kartu ATM yang kaupilih sekarang berisi dana  3 juta empat ratus tiga puluh ribu dolar!’’ Aku tersentak mendengarnya.’’ (hlm 272)

Fahri terkaget-kaget waktu diminta pindah dari flatnya yang sederhana ke apartemen mewah milik Aisha, yang harga sewanya tujuh ribu dolar sebulan. ‘’Ha? Tujuh ribu dolar per bulan?’’ Aku kaget mendengar angka nominal itu.’’ (hlm 270)

Fahri menyebut Aisha sebagai jet set salehah, karena ketakwaan dan kekayaannya. ‘’Namun aku akan menjadi imam dan penentu jalan hidup seorang jet set salehah pemilik perusahaan di Turki dan Jerman yang mewakafkan diri dan hartanya di jalan Allah tidak pernah terbayangkan sama sekali.’’ (hlm 275)  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement