Rabu 20 Sep 2023 13:26 WIB

Islamic Book Fair ke 21 Resmi Dibuka, Jangan Lupa Borong Buku

Islamic Book Fair ke-21 ini diselenggarakan selama lima hari.

Rep: Desy Susilawati/ Red: Natalia Endah Hapsari
Islamic Book Fair dibuka hari ini, Rabu (20/9/2023). Acara akan berlangsung mulai Rabu (20/9/2023) sampai Ahad (24/9/2023).
Foto: Republika/ Desy Susilawati
Islamic Book Fair dibuka hari ini, Rabu (20/9/2023). Acara akan berlangsung mulai Rabu (20/9/2023) sampai Ahad (24/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Islamic Book Fair (IBF) kembali digelar tahun 2023. Pameran buku Islam terbesar ini resmi dibuka bersama 21 pimpinan pondok pesantren di Jawa Barat dan Banten pada Rabu (20/9/2023).

Ketua Panitia Islamic Book Fair yang ke 21, Abdul Hakim, menjelaskan tema yang diangkat kali ini berakhlak dan berprestasi dengan literasi Islami. Tema ini menginspirasi panitia, dalam perjalanan kehidupan bangsa tentulah prestasi tidak hanya bisa dibangun tanpa adanya akhlak. 

Baca Juga

"Akhlak bisa didapatkan, prestasi juga bisa di punyai. Tapi apa dasarnya? Maka literasi Islam berdasarkan kepada wahyu dan Rasulullah SAW, jejak para sahabat akan jadi menjadi bagian penting akan membentuk sebuah sebuah sikap yang berakhlak dan berprestasi," ujarnya dalam pembukaan Islamic Book Fair yang ke 21, di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (20/9/2023)

Pada ajang ke-21 ini, menurutnya, tentu berbeda dan spesial. Tahun sebelumnya sempat satu kali absen tidak mengadakan sebuah penghargaan yang ditunggu-tunggu bidang penerbitan yaitu penghargaan IBF award. Pada tahun ini ada empat kategori yang dihadirkan yaitu karya fiksi anak, fiksi dewasa, non fiksi anak dan non fiksi dewasa. "Yang menggembirakan ditengah pandemi banyak karya berkualitas tidak hanya secara isi, secara konten tapi kemampuan ilustrasinya," ujarnya.

Selain itu, juga hadir tokoh perbukuan Islamic Book Fair 2, yaitu Prof Dr KH Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed, M.Phil. "Tentu saja ini bukan penghargaan gaya selebriti yang dibangun dengan gaya. Tapi kami yakin hadirnya tokoh perbukuan ini adalah sosok yang hadir, yang pengurus menilai karena karyanya, karena kiprahnya, perannya, sosok itu menginspirasi sosok itu menjadi teladan," ungkapnya.

Pada ajang bergengsi ini, kumpulan para tenant hadir menjadi peserta baik peserta penerbit buku, nonbuku, multiproduk, fashion, herbal dan lainnya. 

"Target 190 stand buku, tahun ini hanya terkurangi lima stand. Jika nonbuku sebelumnya 67, justru berkembang. Demikian halnya dengan stand lain. Dari perjalanan ini kami menyadari bahwa pantang menyerah, atas doa restu para kiai," ujarnya.

Islamic Book Fair ke-21 ini diselenggarakan selama lima hari mulai dari Rabu (20/9/2023) hingga Ahad (24/9/2/23) di Istora Senayan, Jakarta.

Pelaksanaan IBF kali ini agak berbeda dibanding tahun sebelumnya. Biasanya IBF diselenggarakan di JCC. Tahun ini kembali ke Istora seperti di awal pembukaan IBF tahun 2002 silam. "JCC tidak dapat digunakan kami tidak patah semangat. Kami harus tetap semangat, jika tidak dimulai maka akan berhenti," ujarnya.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement